Perhimpunan Pecinta Louhan Indonesia Gelar Liga Louhan Indonesia 2019 di Season City Mall

Perhimpunan Pencinta Louhan Indonesia (P2LI), saat ini, tengah menggelar kontes bertajuk 'Indonesia Louhan Competition (ILC) 2019.

Perhimpunan Pecinta Louhan Indonesia Gelar Liga Louhan Indonesia 2019 di Season City Mall
warta kota/ign agung nugroho
Ikan Louhan 

Perhimpunan Pencinta Louhan Indonesia (P2LI), saat ini, tengah menggelar kontes bertajuk 'Liga Louhan Indonesia 2019' di LG Season City Mall, Tambora, Kota Jakarta Barat, 1- 5 Maret 2019.

Jonlie Sarpin, Ketua 2 P2LI menjelaskan, setiap tahunnya, P2LI menyelengarakan kontes louhan dengan konsep Liga dan berskala Nasional, sama seperti sepak bola di dalam 1 musim kompetisi Liga akan di ikuti oleh beberapa tim yang beranggotakan dari beberapa daerah di seluruh Indonesia.

"Sistem penjurian P2LI adalah satu-satunya sistem penjurian terbaik karena sangat detail dan tersistem dengan baik, sehingga tidak memberikan kesempatan para juri untuk memberikan penilaian yang subyektif," kata Jonlie, saat pembukaan 'Liga Louhan Indonesia 2019', Jumat (1/3/2019).

Oleh karena itu, lanjut Jonlie, saat ini sistem penjurian P2LI mulai digunakan oleh beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunei, dan saat ini Amerika pun sedang dalam tahap penjajakan untuk menggunakannya.

Liga Louhan Indonesia 2019 akan berlangsung selama 1 tahun penuh di Season City Mall sebanyak 5 kali dan di ikuti oleh 9 tim nasional yang anggotanya datang dari seluruh penjuru Indonesia.

Kompetisi Untuk Pecinta Ikan Louhan
Kompetisi Untuk Pecinta Ikan Louhan (warta kota/ign agung nugroho)

9 Tim tersebut adalah Aries, Diezel, Infinity, JLM Reborn, Revolution, Sumatra, STRP, UKMdotCom, & Villa selama 1 tahun penuh mereka akan bertanding dan mengirimkan ikan-ikan terbaik mereka untuk berkompetisi di Liga Louhan Indonesia 2019.

"Saat ini di kontes yang sedang berlangsung di Season City Mall tersedia 450 aquarium dengan jumlah peserta sebanyak 425 ekor, jumlah ini adalah terbesar di Indonesia bahkan di dunia untuk perhelatan kompetisi ikan Louhan," terang Jonlie.

Jonlie menambahkan, targetnya P2LI akan menambahkan jumlah aquarium menjadi 600 sampai dengan akhir tahun 2019 dengan melihat animo yang semakin meningkat.

Sedangkan untuk kelas yang di perlombakan pada Liga Louhan Indonesia ada 17 kelas yaitu :
1. Cencu A, B, C dan D ( 4 kelas dalam 1 katagori)
2. Ching Hwa A, B, C dan D ( 4 kelas dalam 1 katagori)
3. Free Marking A, B, C dan D ( 4 kelas dalam 1 katagori)
4. Golden Base A dan B ( 2 kelas dalam 1 katagori)
Klasik A dan B ( 2 kelas dalam 1 katagori)
5. Klasik A dan B (2 kelas dalam 1 katagori)
6. Bonsai (All Size).

Sementara itu, Pramana Syamsul Ikbar, Wakil Ketua P2LI mengungkapkan, saat ini harga ikan louhan perlahan-lahan semakin berharga di kalangan pecinta louhan.

"Terutama untuk kualitas kontes nasional terakhir Grand Champion di 3 negara yang berbeda dengan 1 sistem penjurian yang sama adalah ikan ternakan dari Indonesia dan sekarang sudah di beli oleh orang Amerika dengan harga yang cukup fantastis $15000," ungkap Pramana.

Saat ini, kata Pramana, semua ikan yang berlaga di Liga Louhan Indonesia 2019 hampir 80 persen adalah ternakan lokal Indonesia dan sisanya ada dari Thailand, Singapura, atau Malaysia.

"Oleh sebab itu, besar harapan kami dari P2LI melalui hobi ini dapat mengangkat UKM di sekitar Season City Mall maupun di beberapa daerah, mengingat pada saat Louhan sedang booming banyak sekali orang menjual ikan louhan, pakan louhan, aquarium louhan, rak aquarium louhan dan banyak lagi," kata Pramana.

P2LI adalah Induk Organisasi Louhan Indonesia yang sudah ada sejak tahun 2004. Meski beberapa tahun sebelumnya hobi Louhan sempat terpuruk, namun melalui kerja keras para pendahulu P2LI akhirnya louhan Indonesia kembali bangkit mulai dari tahun 2018.

"Tahun 2019 semakin semarak lagi. Di bawah P2LI bernaung 30 lebih DPC (Dewan Pimpinan Cabang) yang tersebar di seluruh Indonesia dan beberapa tim liga," kata Jonlie.

Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved