Kasus Tiga Emak-emak Karawang Hina Jokowi, Polisi Datangkan Ahli Bahasa Sunda

Polisi terus melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi pada kasus tiga emak-emak atau perempuan asal Karawang yang melakukan dugaan ujaran kebencian

Kasus Tiga Emak-emak Karawang Hina Jokowi, Polisi Datangkan Ahli Bahasa Sunda
Warta Kota/Muhammad Azzam
Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra. 

Laporan Wartawan Warta Kota, Muhammad Azzam

KARAWANG, WARTA KOTA -- Polisi terus melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi pada kasus tiga emak-emak atau perempuan asal Karawang yang melakukan dugaan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo.

"Sampai sore tadi sudah ada 15 saksi kita periksa, termasuk sejumlah saksi ahli untuk meneliti video itu," kata Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra melalui pesan singkat, pada Jumat (1/3/2019).

Nuredy mengatakan saksi ahli yang didatangkan yaitu saksi ahli bahasa sunda, mengingat percakapan pada video itu menggunakan bahasa sunda.

"Para tersangka ini menggunakan bahasa Sunda, sehingga kami hadirkan ahli bahasa Sunda untuk menterjemahkan. Kami juga hadirkan ahli pidana dan ahli Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),"paparnya.

Ibu Salah Satu Tersangka dari 3 Emak-emak di Karawang Sempat Larang Anaknya Ikut PEPES

Sambil Meneteskan Air Mata, Ibu Satu Tersangka dari 3 Emak-emak di Karawang Minta Maaf ke Jokowi

Hari Ini Persib Bandung Main Pertama Lawan PS Tira Persikabo, Ini Perkiraan Susunan Pemain Persib

Sebelumnya beredar video dugaan kampanye hitam dan ujaran kebencian kepada Presiden Joko Widodo, dalam video ini kedua emak-emak berbicara dengan bahasa sunda kepada seorang bapak-bapak pemilik rumah di depan rumahnya.

Keduanya mengatakan Jokowi akan melarang azan berkumandang jika menjadi Presiden.

Ketiga wanita itu, yakni Citra Wida, Engkay Sugiyanti, dan Ika Peronika. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Karawang.

Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka atas kasus menyebarkan informasi untuk menimbulkan kebencian atau permusuhan individu dan kelompok masyarakat berdasarkan SARA, sebagaimana diatur pasal 28 ayat 2 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Moal aya deui sora azan, moal denge suara azan kumaha tak abah, ijtima ulama pilihana, 2019 kalau dua periode Jokowi jadi lagi moal aya sora azan, moal aya budak ngaji, moal aya nu pake tiung, awewe jeung awewe meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin. mun jokowi meunang abah bisa rasakeun nanti eta," kata perempuan di video yang viral.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved