Senin, 4 Mei 2026

Warga Kesal Anggap Pengelola Tidak Becus Menangani TPA Burangkeng

Harusnya, perhatikan dampak lingkungan dan sosial TPA Burangkeng di masyarakat. Ini mah tidak malah cuek gitu saja.

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam |
Warta Kota/Muhammad Azzam
Kepala Desa Burangkeng, Nemin menyebut, selama ini, pihak pemerintah daerah tidak pernah memberikan perhatian khusus terhadap warga yang terdampak TPA. 

Warga Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi mengaku kesal dan geram atas pengeloaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng yang dinilai tidak becus.

Pasalnya, kondisi TPA Burangkeng dinilai sangat memrihatinkan.

Air lindi yang tercecer ke mana-mana, sehingga mencemari lingkungan serta jalan sekitar TPA Burangkeng yang rusak tidak diperhatikan.

"Keluhan sebenernya banyak, itu salah satunya pengen ada kompensasi, lalu juga fasilitas kesehatan, dan saluran air," kata Aep, warga Kampung Jati, Desa Burangkeng, kepada Warta Kota Jumat (1/3/2019).

Aep menilai, pemerintah setempat tidak serius dalam melakukan pengelolaan sampah. Pemerintah hanya menjadikan TPA Burangkeng sebagai tempat pembuangan tanpa memerhatikan faktor-faktor lingkungan dan sosial.

"Harusnya, perhatikan dampak lingkungan dan sosial di masyarakat. Ini mah tidak malah cuek gitu saja," keluhnya.

Sementara, Kepala Desa Burangkeng, Nemin menyebut, selama ini pemerintah daerah tidak pernah memberikan perhatian khusus terhadap warga yang terdampak TPA Burangkeng.

Ia menilai Desa Burangkeng dianggap sama saja dengan desa-desa lainnya yang tidak terdampak TPA Burangkeng.

"Warga saya tiap hari kena dampak bau dari TPA Burangkeng. Ini engga ada perhatiannya, untuk perbaikan fasilitas sekitar saja tidak ada, apalagi uang kompensasi bau," ucapnya.

Nemin menyebut apa yang dirasakan warga Burangkeng tidak seperti yang dirasakan wilayah tetangga Kecamatan Bantar Gebang Kota Bekasi.

"Warga sekitar TPA Bantargebang dapat kompensasi bau, fasilitas kesehatan, pendidikan dan lainnya. Jalannya bagus, lah kalau kita tidak. Jadi warga seringkali iri," paparnya.

Di Desa Burangkeng terdiri dari 18 RW, adapun wilayah yang paling terdampak TPA Burangkeng berada di tiga RT dengan jumlah sekitar 500 kartu keluarga

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved