Viral Siswa SMA di Jakarta Utara Maki Guru dengan Ucapan Alat Kelamin, Ini Fakta yang Ditemukan KPAI

Guru Bimbingan Konseling kemudian menggali cerita yang sebenarnya dan ananda mengakui semua perbuatannya.

Viral Siswa SMA di Jakarta Utara Maki Guru dengan Ucapan Alat Kelamin, Ini Fakta yang Ditemukan KPAI
istimewa
Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno L di sekolah di Jakarta Utara 

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima laporan dari masyarakat terkait viralnya video seorang siswa yang sedang belajar di suatu kelas, ada sejumlah siswa dan guru dalam kelas tersebut.

Kemudian ada suara seorang anak laki-laki yang berkata-kata kotor (menyebut alat kelamin laki-laki dan perempuan).

Guru dalam video tersebut nampak diam saja, tidak menghiraukan perkataan si anak tersebut. Diduga video dalam peristiwa tersebut terjadi di sebuah SMA swasta di wilayah Jakarta Utara.

Sehari setelah melihat video viral tersebut, Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti melakukan pengawasan langsung ke sekolah tersebut dan diterima oleh Kepala Sekolah, Sumanto dan jajarannya.

KPAI kemudian meminta klarifikasi dan konfirmasi pihak sekolah terkait kebenaran kejadian di sekolah tersebut, lalu seperti kejadiannya apa kejadian sebenarnya dan proses yang dilakukan pihak sekolah dalam menangani kasus ini.

Retno mengatakan, hasil pengawasan menemukan fakta bahwa pihak sekolah menyampaikan bahwa perekaman video oleh siswa dilakukan saat proses pembelajaran matematika dengan metode diskusi kelompok.

"Saat guru keliling tiap kelompok di rekam oleh ananda sekitar 1 menit. Menurut pengakuan ananda, malamnya dia mendubbing (mengisi suara video tersebut) dengan kata-kata jorok yang dia ucapkan sendiri, kemudian video tersebut di upload ke media sosialnya sendiri dan kemudian viral," ujarnya.

Retno melanjutkan, seluruh kejadian tersebut terjadi pada 19 Februari 2019. Beberapa hari kemudian video yang diupload itu menjadi viral.

"Setelah viral, ananda kemudian menghapus video yang diupload itu dan menutup akun media sosialnya tersebut," tuturnya.

Pihak sekolah, kata Retno, mengaku baru mengetahui video tersebut setelah viral, tepatnya pada 26 Februari 2019.

Halaman
12
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved