Breaking News:

VIDEO: Kuasa Hukum Emak Emak Karawang Sebut Pengajuannya Tidak Direspon Polisi

kuasa hukum yang ditunjuk oleh Polres telah melakukan pengajuan permohonan. Sudah empat hari belum ada respon,

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ahmad Sabran

Elyasa Budianto, kuasa hukum ketiga tersangka video jika Jokowi terpilih tidak ada azan menyebut permintaan pengajuan penahanan kepada para kliennya itu belum juga mendapat respon pihak kepolisian.

Untuk itu dirinya akan terus melakukan upaya agar pihak kepolisian bisa mengabulkan permohonan penangguhan penahanan ketiga tersangka tersebut.

"Sejauh ini kuasa hukum yang ditunjuk oleh Polres telah melakukan pengajuan permohonan. Sudah empat hari belum ada respon, kalau saya baru jadi kuasa hukumnya utusan tim Prabowo-Sandiaga Uno," kata saat ditemui Wartakota di Kabupaten Karawang, Kamis (28/2/2019) kemarin.

Elyasa menilai tidak kunjung diresponnya permintaan penangguhan penahanan ketiga tersangka itu dikarenakan Kapolres dan Kasatreskrim sulit dan tidak berani mengambil keputusan. Pasalnya, kasus yang dialami tiga kliennya itu seharusnya ditangani ditingkat Polri bukan Polres.

Emak-emak di Karawang, Jawa Barat, ini mendatangi rumah warga memberikan informasi keliru jika calon tertentu menang pada Pilpres 2019 maka tidak akan ada lagi azan, perkawinan LGBT disahkan, dan tidak ada lagi yang memakai jilbab. Ketiganya kini menjadi tersangka pelanggar UU ITE dan KUHP.
Emak-emak di Karawang, Jawa Barat, ini mendatangi rumah warga memberikan informasi keliru jika calon tertentu menang pada Pilpres 2019 maka tidak akan ada lagi azan, perkawinan LGBT disahkan, dan tidak ada lagi yang memakai jilbab. Ketiganya kini menjadi tersangka pelanggar UU ITE dan KUHP. (tribunjakarta)

"Saya bilang hati hati karena ini domainnya Polri, jadi polres hanya sekadar menampung perkara saja. Harusnya Polri yang tangani, jadi pertimbangan pemberian penangguhan penahanan ada di Kapolri," jelasnya.

Elyasa juga menilai pertimbangan lain agar pemohonan pengajuan penahanan ketiga perempuan Karawang atau kliennya itu dikarenakan ketiga tersangka mempunyai anak dan keluarga. Terlebih klien bernama Ika Peronika anaknya yang masih kecil-kecil.

"Kalau kasus ini berlanjut silahkan, kita akan ikuti proses hukumnya. Tapi tolong pertimbangannya dan keringannya agar bisa diberikan penangguhan penahanan," ungkapnya.

Elyas menambahkan berdasarkan pendapatnya perkara ini tidak akan terbukti di Pengadilan.

"Pendapat saya kalau di Pengadilan tidak akan terbukti perkara ini, perkara ini tidak seimbang dan tidak seberat dengan perkara lain seperti bocah ABG yang hina dan ancam tembak Jokowi. Terus penistaan agama oleh Sukmawati juga tidak diproses. Disimpulkan saya menduga ini hukum yang terkait politik," paparnya.

Sementara Hariyani (54) ibu Ika Peronika tersangka ujaran kebencian kepada Joko Widodo meminta agar anaknya tidak dilakukan proses hukum.

Hariyani (54) ibu Ika Peronika tersangka kasus ujaran kebencian kepada Presiden Joko Widodo sempat melarang anaknya ikut dalam kegiatan relawan Partai Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandiaga Uno (PEPES).
Hariyani (54) ibu Ika Peronika tersangka kasus ujaran kebencian kepada Presiden Joko Widodo sempat melarang anaknya ikut dalam kegiatan relawan Partai Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandiaga Uno (PEPES). (Warta Kota/Muhammad Azzam)

"Saya sampaikan permohonan maaf ke Pak Jokowi atas kesalahan anak saya. Kasihan anaknya masih pada kecil. Mohon maaf pak, mohon maaf pak, kalau anak saya salah," kata Haryani saat ditemui Wartakota di rumahnya di RT 04 RW 03, Kampung Kalioyod Desa Wanci, Kota Baru, Kabupaten Karawang, Kamis (28/2/2019).

Hariyani mengatakan anaknya tidak bersalah, pasalnya anaknya hanya terbawa suhu politik. Anaknya juga tidak paham dan mengerti soal hukum.

"Anak saya hanya pendukunh setia saja, anak saya engga ngerti jadi dia anggap yang dilakukannya biasa biasa saja. Saya mohon dicabut pertimbangkan lagi. Jangan sampai berjalan proses hukumnya," kata Hariyani. (M18)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved