Sebelum Serang Korban, Pelaku Perampasan Taksi Online Pura-pura Menunggu Teman

Pelaku perampasan taksi online di wilayah Serpong, Tangerang Selatan, berpura-pura sedang menunggu rekannya sebelum menyerang sang sopir.

Sebelum Serang Korban, Pelaku Perampasan Taksi Online Pura-pura Menunggu Teman
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Pelaku percobaan perampasan taksi online di Serpong, Tangerang Selatan. 

Laporan Wartawan Warta Kota, Zaki Ari Setiawan

TANGERANG, WARTA KOTA - Pelaku perampasan taksi online di wilayah Serpong, Tangerang Selatan, berpura-pura sedang menunggu rekannya sebelum menyerang sang sopir.

Dari penuturan Kapolsek Serpong, Kompol Stephanus Luckyto, diketahui bahwa tersangka, Iman (32) menyerang sopir taksi online, Muslim (26) dengan tangan kosong ketika keduanya berada di dalam mobil.

"Saat korban datang, lalu tersangka menyuruh korban untuk menunggu temannya di dalam mobil," ujar Luckyto, Jumat (1/3/2019).

Lucky melanjutkan, tersangka beralasannya temannya sedang makan malam agar korban tidak segera berangkat menuju tempat yang sudah ditujukan.

Ketika menunggu berdua dengan tersangka di dalam mobil, korban kemudian menanyakan lagi keberadaan temannya itu.

Ketika menjawab pertanyaan itu korban, Iman segera melayangkan bogem mentah ke wajah Muslim.

"Iman menjawab bahwa, teman tersangka sedang mencuci piring, lalu tiba-tiba tersangka memukul korban ke arah wajah dan kepala korban," jelas Luckyto.

Niat jahat Iman tidak berlangsung mulus, sopir taksi online itu ternyata memberikan perlawanan ketika Iman memukulnya dengan tangan kosong.

Menurut Luckyto, keduanya bahkan sampai melakukan perkelahian di luar mobil.

"Lalu tersangka bersama korban keluar dari mobil dan melanjutkan perkelahian di samping saluran pembuangan air atau got," ujarnya.

Luckyto melanjutkan, perkelahian itu menarik perhatian warga sekitar dan polisi yang sedang patroli.

Kepada petugas pelaku mengaku baru sekali melakukan perbuatan seperti ini lantaran desakan ekonomi.

Untuk mempertanggung jawabkan tindakannya, Iman terancam penjara paling lama 9 tahun karena melanggar Pasal 365 KUHP.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved