Sampah TPA Menggunung Sampai 23 Meter Diakui Bikin Wali Kota Depok Kewalahan Menangani Sampah

Mohammad Idris Abdul Shomad secara terbuka mengakui, kewalahan dalam menghadapi masalah penanganan sampah.

Sampah TPA Menggunung Sampai 23 Meter Diakui Bikin Wali Kota Depok Kewalahan Menangani Sampah
Warta Kota/Gopis Simatupang
Permasalahan sampah di TPA Cipayung ini membuat Kota Depok, yang sebelumnya meraih Adipura, dikeluarkan dari nominasi penghargaan yang sama tahun 2018. 

"Tapi, oleh karena nilai minimalnya naik jadi tidak dapat."

"Termasuk, Kota Bandung enggak dapet, kota-kota yang tadinya dapet, enggak dapet," terangnya.

Namun, Idris juga mengakui bahwa pemberdayaan masyarakat dalam penanganan sampah, yakni memilah sampah sejak dari rumah, masih rendah, bahkan menurun.

Tahun 2017, tingkat pemilahan sampah di pemukiman sudah dilakukan 20 persen dari total warga.

Namun, tahun berikutnya turun menjadi 17 persen.

"Jadi ini nilai yang sangat tinggi. Kalau sampai turun berarti manajemennya harus dibenerin. Kedua, yang nilainya tinggi juga itu adalah penilaian TPA," jelasnya.

Seperti disampaikan sebelumnya, permasalahan sampah di Kota Depok memang jadi sorotan.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 2 juta jiwa, total sampah yang dihasilkan per hari mencapai 1.300 ton.

Di sisi lain, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipayung, yang cuma satu-satunya di Depok, hanya mampu menampung 700-850 ton perhari.

Awalnya, tahun 2019 ini Depok akan membuang sebagian sampak ke TPPAS Lulut-Nambo, Kabupaten Bogor.

Halaman
123
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved