Kuasa Hukum Tiga Emak-emak Nilai Kasus Kliennya Tidak Seberat Perkara ABG Ancam Tembak Jokowi

Elyasa Budianto menambahkan, berdasarkan pendapatnya, perkara ini tidak akan terbukti di pengadilan.

Kuasa Hukum Tiga Emak-emak Nilai Kasus Kliennya Tidak Seberat Perkara ABG Ancam Tembak Jokowi
WARTA KOTA/MUHAMMAD AZZAM
Elyasa Budianto, kuasa hukum tiga emak-emak tersangka kasus ujaran kebencian terhadap Jokowi. 

ELYASA Budianto, kuasa hukum tiga emak-emak tersangka kasus ujaran kebencian terhadap Jokowi, mengungkapkan permohonan penangguhan penahanan kliennya belum direspons pihak kepolisian.

Untuk itu, dirinya akan terus melakukan upaya agar pihak kepolisian bisa mengabulkan permohonan penangguhan penahanan ketiga tersangka tersebut.

"Sejauh ini kuasa hukum yang ditunjuk oleh Polres telah melakukan pengajuan permohonan. Sudah empat hari belum ada respons. Kalau saya baru jadi kuasa hukumnya utusan tim Prabowo-Sandiaga Uno," ungkapnya, saat ditemui Warta Kota di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019).

Pria yang Tewas Gantung Diri di Warung Nasi Sebelumnya Pernah Minum Racun tapi Tak Meninggal

Elyasa Budianto menilai, tidak kunjung diresponsnya permintaan penangguhan penahanan ketiga tersangka itu, karena Kapolres dan Kasatreskrim sulit dan tidak berani mengambil keputusan.

Sebab, kasus yang dialami tiga kliennya itu seharusnya ditangani di tingkat Mabes Polri, bukan Polres.

"Saya bilang hati hati karena ini domainnya Polri, jadi polres hanya sekadar menampung perkara saja. Harusnya Polri yang tangani, jadi pertimbangan pemberian penangguhan penahanan ada di Kapolri," tuturnya.

Julian Jacob Dikabarkan Harus Berikan Mahar Rp 2 Miliar Agar Bisa Jadi Pacar, Ini Kata Marion Jola

Elyasa Budianto juga menilai pertimbangan lain agar pemohonan pengajuan penahanan ketiga perempuan Karawang atau kliennya itu, karena ketiga tersangka mempunyai anak dan keluarga. Terlebih, kliennya bernama Ika Peronika, anaknya masih kecil-kecil.

"Kalau kasus ini berlanjut silakan, kita akan ikuti proses hukumnya. Tapi, tolong pertimbangannya dan keringanannya, agar bisa diberikan penangguhan penahanan," paparnya.

Elyasa Budianto menambahkan, berdasarkan pendapatnya, perkara ini tidak akan terbukti di pengadilan.

Jokowi Bilang Ada Sembilan Juta Orang Percaya Hoaks Pelarangan Azan dan Pelegalan Pernikahan Sejenis

"Pendapat saya kalau di pengadilan tidak akan terbukti perkara ini. Perkara ini tidak seimbang dan tidak seberat dengan perkara lain seperti bocah ABG yang hina dan ancam tembak Jokowi. Terus penistaan agama oleh Sukmawati juga tidak diproses. Disimpulkan saya menduga ini hukum yang terkait politik," bebernya.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved