Breaking News:

Bekas Manajer Persibara Lasmi Mengaku Diancam Dibunuh Karena Ungkap Pengaturan Skor

Ada IG, Twitter, WA ada grup WA saya dibully di situ juga bukan orang sembarangan saya merasa diintimidasi,

Editor: Ahmad Sabran
trans7
Lasmi Mantan Manajer Persibara 

Mantan Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryan, mengaku mengalami intimidasi dan teror lewat media sosial setelah melaporkan kasus pengaturan skor ke polisi.

"Ada IG, Twitter, WA ada grup WA saya dibully di situ juga bukan orang sembarangan saya merasa diintimidasi, misalnya saya tidak boleh bicara ke media saya harus kepada satgas saja," ujar Lasmi saat mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (1/3/2019).

Meski belum mengalami intimidasi secara fisik, Lasmi mengaku pernah diancam akan dibunuh orang tak dikenal.

Menurut dia, intimidasi ini sebagian besar datang dari orang tak dikenal. Ada yang sudah terlacak, tetapi ternyata ia menggunakan akun palsu.

"Orang tidak dikenal mungkin kalau mungkin yang sudah tahu orangnya saya enggak bisa ngomong di media. Itu memang dicari pelakunya tetapi memang pakai akun palsu jadi perlu didalami jadi mungkin ke polisian yang lebih bisa jawab," kata Lasmi.

Karena hal inilah Lasmi kemudian memutuskan untuk meminta perlindungan ke LPSK.

Adapun Lasmi Indaryani merupakan pelapor kasus pengaturan skor bola yang kini diselidiki Satgas Antimafia Bola.

VIDEO: Timnas Juara, Bripda Sani Rizki Fauzi Naik Pangkat

VIDEO: Kuasa Hukum Emak Emak Karawang Sebut Pengajuannya Tidak Direspon Polisi

VIDEO: Penuturan Orangtua Emak-emak Fitnah Jokowi di Karawang, Minta Prabowo Perhatikan

Kasus ini menyeret 16 tersangka, mulai dari para pejabat dan petinggi di PSSI, wasit, dan perangkat pertandingan lainnya.

Pada acara Mata Najwa, Lasmi Indriyani sempat mengutarakan bahwa ia dimintai uang sebesar Rp 500 juta oleh Johar Lin Eng (Anggota Komisi Eksekutif atau Exco PSSI) bila ingin menjadi tuan rumah babak penyisihan grup Liga 3 2018.

Bahkan, dia juga mengaku sudah menghabiskan uang sebesar Rp 1,3 miliar kepada Johar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Eks Manager Persibara Mengaku Diancam Dibunuh karena Laporkan Pengaturan Skor",

Penulis : Ryana Aryadita Umasugi
Editor : Icha Rastika

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved