Breaking News:

AS Buru Putra Mahkota Jihad Osama bin Laden, Rp 14 Miliar bagi Informan Lokasi Keberadaannya

PEMERINTAH Amerika Serikat kini tengah memburu putra mendiang pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden dan menyiapkan hadiah sebesar Rp 14 Miliar.

Editor: Fred Mahatma TIS
CBS/60 Minutes/AFP/gulfnews.com
Hamza bin Laden dan Osama bin Laden 

Hamza, yang menurut AS kini berusia 30-an tahun, disebut telah mengancam untuk melancarkan serangan-serangan terhadap AS sebagai pembalasan atas pembunuhan ayahnya pada 2011.

PEMERINTAH Amerika Serikat kini tengah memburu putra mendiang pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden.

Untuk maksud itu, Washington menawarkan hadiah sebesar 1 juta dollar AS atau sekitar Rp 14 miliar untuk informasi yang bisa mengarahkan pada lokasi keberadaan Hamza bin Laden, yang kerap disebut sebagai pewaris gerakan ekstremisme di masa depan.

Lokasi Hamza bin Laden putra mahkota jihad, demikian ia kerap dijuluki, telah menjadi bahan spekulasi selama bertahun-tahun.

Sejumlah laporan ada yang menyebut Hamza bin Laden berada di Pakistan, namun ada juga yang mengklaim bahwa dia kini tinggal di Afghanistan.

Selain itu ada juga yang menyebut Suriah dan Iran sebagai tempat persembunyian Hamza.

Putra Osama bin Laden Nikahi Putri Pelaku Serangan 11 September

Pengawal Osama bin Laden Ini Kini Hidup di Jerman, Dibayar Rp 19 Juta Per Bulan oleh Pemerintah

HAMZA bin Laden
HAMZA bin Laden (aawsat.com)

"Hamza bin Laden adalah putra mendiang pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden dan telah muncul sebagai pewaris kepemimpinan dari jaringan itu," ujar pernyataan Departemen Luar Negeri AS, dikutip AFP, Jumat (1/3/2019).

Hamza, yang menurut AS kini berusia 30-an tahun, disebut telah mengancam untuk melancarkan serangan-serangan terhadap AS sebagai pembalasan atas pembunuhan ayahnya pada 2011, saat bersembunyi di kota Abbottabad, Pakistan, oleh pasukan khusus AS.

Badan-badan intelijen AS memandang Hamza bin Laden sebagai penerus ayahnya untuk menggerakkan jihad secara global, terlebih saat kelompok ISIS yang lebih ekstrem kini telah terdesak hingga batas terakhirnya di Suriah.

Hamza bin Laden saat masih remaja dan ayahnya, Osama bin Laden
Hamza bin Laden saat masih remaja dan ayahnya, Osama bin Laden (dailystar.co.uk)

Pada 2015, Hamza sempat merilis pesan audio yang menyerukan para pendukungnya di Suriah agar bersatu dan mengklaim bahwa pertempuran di negara yang dilanda perang akan membuka jalan untuk 'pembebasan Palestina'.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved