Breaking News:

Tahun Politik Berdampak Ruang Perkantoran dan Pusat Belanja Kosong

Pada tahun politik 2019 sepertinya memberikan dampak terhadap tingkat hunian perkantoran dan pusat belanja.

Editor:
Kondisi kawasan perkantoran di Kuningan yang masuk ke kawasan bisnis Segitiga Emas (Sudirman-Thamrin-Kuningan) di Jakarta terus dipenuhi gedung-gedung baru, Selasa (29/1/2013). Pasar perkantoran di Jakarta tahun 2014, diprediksi mengalami perlambatan pertumbuhan akibat kontraksi permintaan. (KOMPAS/IWAN SETIYAWAN) 

Tren  pusat perbelanjaan

Tren pusat perbelanjaan atau mal dinilai makin membaik.

Hanya saja, tren mal tergantung dari pengalaman yang ditawarkan pihak pengelola pusat perbelanjaan.

Stefanus Ridwan, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia atau APPBI, mengatakan, tren akan lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Hal tersebut lantaran beberapa mal di bawah naungannya melakukan perubahan seperti renovasi sehingga mal menjadi lebih baik.

Stefanus Ridwan mencontohkan Blok M Plaza yang lokasinya dekat dengan sambungan MRT Jakarta dan melakukan renovasi.

Jawaban Bill Gates Ketika Ditanya Apakah Kaya Membuat Bahagia

Adanya renovasi itu memberikan dampak orang kembali datang ke tempat itu yang sebelumnya terhalang oleh proyek tersebut.

Untuk tren mal, menurut Ridwan, saat ini masyarakat pergi ke mal untuk leisure.

Karenanya, ia menilai mal yang lebih banyak toko untuk berjualan tanpa didukung gerai food and beverages pasti akan turun tren pengunjungnya.

"Kalau di dalamnya diubah untuk leisure seperti banyak gerai FnB, banyak tempat berfoto, jadi mengubah mall semakin unik yang saya lihat naik trennya," kata Stefanus, Senin (25/2/2019).

Stefanus mengatakan, kalau pengelola mal tidak mau berubah, pengunjung pasti turun.

"Yang terpenting pengunjung mendapatkan pengalaman dari berkunjung ke mal," kata Stefanus.

Untuk rata-rata traffic, kata Stefanus, sangat beragam sehingga ia belum memaparkan.

Namun, ia mencontohkan seperti Mall Kota Kasablanka, traffic pengunjungnya disebut pada saat weekend dan hari libur kunjungan mencapai 120.000 per harinya.

Sedangkan saat hari biasa jumlah kunjungan sebanyak 65.000-80.000 orang tergantung dari acara yang ditampilkan di mal.

Stefanus mengatakan, untuk pembangunan mal, saat ini pemilihan lokasi menjadi nomor dua.

"Lokasi penting, tapi saat ini nomor dua karena yang terpenting apakah dari mal tersebut memberikan experience atau tidak, itu yang terpenting," katanya.

Unggahan Pertama di Media Sosial Setelah Menikah, Syahrini Tuliskan EnergyOfAkad

Terungkap Sudah Awal Mula Syahrini dan Reino Barack Jatuh Cinta hingga Menikah di Jepang

Kompas.com/Erwin Hutapea
Berita ini sudah diunggah di Kompas.com dengan judul Tahun Politik, Puncak Kekosongan Perkantoran CB Jakarta dan Tak Hanya Kantor, Pusat Belanja Pun Kosong

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved