VIDEO: Benda Peninggalan Kerajaan Tarumajaya di Situs Buni Bekasi Tidak Diperhatikan Pemerintah

seharusnya Situs Buni ini dibuatkan museum sehingga benda-benda bersejarah ini bisa terpajang rapih dan lebih terjaga.

Situs Buni Pasar Emas, yang terletak di Jalan Raya Kp Pasar Emas, Desa Muara Bakti, Kecamatan Bebelan, Kabupaten Bekasi tidak mendapatkan perhatian baik pemerintah Kabupaten Bekasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Pemerintah Pusat.

Situs Buni Pasar ini padahal menyimpan banyak sekali historis tentang Bekasi, khususnya wilayah tersebut. Pasalnya, wilayah Kp Pasar Emas Desa Muara Bakti itu telah ditinggali segala bentuk peninggalan dari berbagai zaman, mulai zaman peradaban pada 2.000 tahun sebelum masehi maupun Kerajaan Tarumajaya.

Kini benda-benda bersejarah itu dijaga dan disimpan di rumah Sakiudin anak penemu pertama kali benda bersejarah tersebut.

Namun, sejak Sakiudin meninggal tahun 2018 lalu. Atika (60) istri Sakiudin yang menjaga benda-benda itu. Sesekali benda-benda itu dikeluarkan jika ada tamu yang datang ingin melihatnya.

Selain melihat-melihat tamu itu seringkali bertanya sejarah tentang penemuan batu tersebut. Dirinya yang sudah sepuh terpaksa waktu istrirahatnya seringkali ke ganggu jika ada tamu yang datang ingin melihat benda bersejarah tersebut.

"Keganggu mah sudah biasa. Tapi ini kan amanah suami untuk terus jaga benda ini dan pertahankan sejarah benda ini. Kalau ada yang tanya tentang sejarah ya kita jawab,"katanya kepada Wartakota.

VIDEO: Catat Tanggalnya, Debat Capres Kelima 13 April

VIDEO: Anaknya Ditangkap Karena Hina Menteri Susi, Nenek Ini Minta Maaf Sambil Menangis

Namun, kata Atika, seharusnya Situs Buni ini dibuatkan museum sehingga benda-benda bersejarah ini bisa terpajang rapih dan lebih terjaga. Jika ada pengunjung dengan mudahnya bisa melihat benda-benda itu.

Atika menunjukkan benda-benda yang ditemukan di Situs Buni Pasar Emas,  di Kampung Pasar Emas, Babelan, Kabupaten Bekasi.
Atika menunjukkan benda-benda yang ditemukan di Situs Buni Pasar Emas, di Kampung Pasar Emas, Babelan, Kabupaten Bekasi. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Atika mengungkaokan sebuah Situs Buni seharusnya dilindungi dan mendapatkan perhatian pemerintah dikarenakan benda-benda yang ditemukan ini telah terdaftar atau sesuai dengan benda-benda zaman terdahulu yang ada di Museum Nasional Indonesia.

Situs ini belum diakui sebagai situ cagar budaya ataupun sejarah. Kini keadaannya samgat mengkhawatirkan dan semakin tergerus oleh maraknya pembangunan industri dikawasan ini sangat disayangkan jika bekasi harus kehilangan situs bersejarah yang berharga ini.

"Ya masa harus hilang begitu saja, padahal kalau Situs ini dikembangkan bisa jadi daya tarik pengunjung. Bakal ramai pengunjung yang dampaknya pada peningkatan perekonomian warga setempat, bisa jualan makanan atau parkir," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved