VIDEO: Anaknya Ditangkap Karena Hina Menteri Susi, Nenek Ini Minta Maaf Sambil Menangis

Darmanto, kata dia, sudah ditahan di Polda Metro Jaya sejak 40 hari sebelum video dibuat.

Beredar sebuah video permintaan maaf seorang nenek yang didampingi seorang pria kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Dalam video yang dibuat pada (18/2/2019) itu terlihat nenek itu menangis dan meminta maaf atas perilaku anaknya.

"Saya Robin Lim, bersama dengan orangtua Darmanto. warga desa Sungaibakau, Sinaboi, Rokan Hilir, Riau, Ibu dari Darmanto berusia hampir 70 tahun, terkait kata-kata dan foto yang tidak pantas dan tidak sopan kepada ibu Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti kami ingin minta maaf yang sebesar-besarnya kepada bu Susi atas kebodohan anaknya, Darmanto," ujar pria dalam video itu.

Darmanto, kata dia, sudah ditahan di Polda Metro Jaya sejak 40 hari sebelum video dibuat.

"Akibat perbuatannya, kami dari pihak kerabat ingin meminta maaf sebesar-besarnya agar ibu Susi dengan hati yang mulia bersedia memaafkan," ujarnya.

Kemudian nenek yang merupakan ibu dari Darmanto itu pun menangis

"Minta Maaf Bu Susi, minta tolong, kami punya anak salah, hikks.." ujarnya sambil menangis.

Seperti diketahui, menteri Susi melapor ke Polda Metro Jaya, melalui Dirjen KKP dan teercatat dengan nomor laporan LP/46 / I / 2019/PMJ /DITRESKRIMUM, dengan terlapor berinisial DS pada awal Januari 2019 lalu.

Darmanto dilaporkan dengan Pasal Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik dan atau Fitnah Tindak Pidana ITE atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP dan atau Pasal 27 ayat 1 dan ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 1 UU RI No.11 Tahun 2008 Tentang ITE.

 Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, terlapor ‘DS’ pernah menghubungi menteri Susi melalui WhatsApp dengan kata-kata kasar.

Terlapor juga mengirimkan foto Menteri Susi bersama dengan Sandiaga Uno dengan kata-kata kurang sopan.

Editor: Ahmad Sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved