Puisi Neno Warisman Disebut Politisi PDIP Tak Relevan, Ustaz Haikal Hassan: Jangan Baperan!

Ustaz Haikal Hassan Baras mengatakan tudingan negatif Politisi PDIP, Kapitra Ampera terhadap puisi Neno Warisman di Munajat 212 itu bentuk baperan.

Puisi Neno Warisman Disebut Politisi PDIP Tak Relevan, Ustaz Haikal Hassan: Jangan Baperan!
istimewa
Kapitra Ampera dan Ustaz Haikal Hassan Baras (ILC Tv One Youtube) 

Ustaz Haikal Hassan Baras selaku Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, mengatakan tudingan negatif Politisi PDIP, Kapitra Ampera terhadap puisi Neno Warisman di Munajat 212 itu bentuk baperan.

Sindiran Haikal Hassan Baras itu, lantaran Kapitra Ampera menilai jika isi puisi Neno Warisman tersebut bermakna kubu 01 Jokowi-Maruf Amin yang paling dikhawatirkan dan mengunggat Maha Pencipta, Allah SWT.

Sehingga, pembahasan puisi Neno Warisman di Indonesia Lawyers Club (ILC) di TV One membuat Kapitra Ampera dan Ustaz Haikal Hassan sempat berdebat sengit, pada Selasa (26/2/2019).

Ustaz Haikal Hassan menilai jika puisi Neno Warisman tersebut merupakan puisi dalam bentuk doa yang kerapkali dipakai Neno Warisman sehari-hari.

Ini Isi Puisi Lengkap Neno Warisman di Malam Munajat 212 yang Dinilai Kampanye Terselubung

Munajat 212 - PBNU Ingatkan Neno Warisman Tak Mengandaikan Pilpres 2019 sebagai Perang

Komentari Puisi Neno Warisan, Luhut Panjaitan: Tidak Benar Berdoa Mengancam Tuhan

Sebelumnya, Kapitra Ampera mengatakan, secara epistimologi jika sipil itu tidak mengenal perang tapi mengenal perang kata-kata.

Menurutnya, dalam tata negara itu pengalihan kekausaan dengan damai itu hany ada di Pilpres atau di Pemilu.

"Makanya tanggal 23 september 2018, ada deklarasi damai para kandidat capres ini. Point keduanya mengatakan kampanye itu aman, pemilih itu harus damai, aman tak dipolitisi SARA," jelasnya.

Dikatakan Kapitra Ampera, jika jumlah kalimat puisi Neno Warisman sebanyak 143 kalimat.

Pada kalimat puisi Neno Warisman ke 87 sampai 90, kemudian kalimat puisi ke 104 dan 105 diklaim Kapitra juga sangat mengkhawatirkan.

"Saya membaca seluruh doa atau puisi munajatnya Neno itu ada 143 kalimat. Di kalimat ke 87 sampai 90 itu mengkhawatirkan. Lalu di kalimat 104 dan 105 itu bicara tentang pasukan. Nah ini arahnya yang saya bingung," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Panji Baskhara
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved