Joko Driyono Minta Izin Jemput Timnas U-22 di Bandara saat Diperiksa Satgas

Jokdri menjalani pemeriksan lanjutan atau pemeriksaan ketiga oleh Satgas Antimafia Bola, di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Rabu (27/2/2019).

Joko Driyono Minta Izin Jemput Timnas U-22 di Bandara saat Diperiksa Satgas
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (27/2/2019). 

Hal ini berbeda dari dua kali pemeriksaan sebelumnya terhadap Jokdri, yang masing-masing dilakukan lebih dari sekitar 20 jam.

Menurut Jokdri dalam pemeriksaan kali ini yang hanya 4 jam ia hanya dimintai konfirmasi ulang atas berita acara pemeriksaan (BAP) yang dilakukannya.pada pemeriksaan kedua, Kamis (21/2/2019) pekan lalu.

"Saya hanya diminta mengkonfirmasi ulang berita acara dalam pemeriksaan kedua, hari Kamis pekan lalu," kata Jokdri, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (27/2/2019).

Setelah itu ia mengaku meminta izin kepada penyidik agar kembali diperiksa pekan depan.

Sebab ada beberapa agenda pekerjaan yang harus diselesaikan, khususnya persiapan jelang perhelatan Piala Presiden.

"Kemudian, saya secara pribadi menyampaikan permohonan untuk datang kembali minggu depan. Ini ada hubungannya dengan beberapa agenda yang sedang kami siapkan, terutama menjelang kick off Piala Presiden. Alhamdulillah disetujui oleh penyidik, dan saya diizinkan untuk meninggalkan pemeriksaan," kata Jokdri.

Sebelumnya Jokdri sudah diperiksa penyidik Satgas Antimafia Bola sebagai tersangka perusakan barang bukti skandal pengaturan skor bola, sebanyak dua kali.

Pertama sejak Senin (18/2/2019) hingga Selasa (19/2/2019) pagi selama 20 jam. Jokdri saat itu dicecar 15 pertanyaan.

Kedua dilakukan pada Kamis (21/2/2019) siang hingga Jumat (22/2) pagi atau selama 22 jam. Saat itu penyidik memberikan sekitar 40 pertanyaan kepada Jokdri.

Dalam kasus skandal mafia bola ini polisi sudah menetapkan 16 orang tersangka.

Dimana 11 orang diantaranya terkait langsung dalam pengaturan skor bola di pertandingan liga. Sementara 5 tersangka lainnya tidak dan belum terkait secara langsung dalam pengaturan skor bola, namun terjerat kasus di seputarnya. (bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved