Fadli Zon Sebut Istilah Perang Total Moeldoko Diciptakan Tangan Kanan Adolf Hitler

Fadli Zon istilah perang yang diucapkan Moeldoko sama seperti yang diucapkan oleh tangan kanan Hitler, Joseph Goebbels.

photo collage/wartakotalive.com/istimewa
Kepala KSP Jenderal (Purn) Moeldoko dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon. 

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon tanggapi pernyataan perang total Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Marif Amin, Moeldoko.

Fadli Zon mengatakan perkataan perang total seringkali dikatakan oleh tim Jokowi-Maruf Amin, yakni salah satunya Moeldoko beberapa waktu lalu.

Fadli Zon membahas perang badar dan perang total yang kerapkali dimaknai dengan puisi Neno Warisman, ketika di program acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di TV One, Selasa (26/2/2019).

Bahkan, Fadli Zon mengatakan, puisi Neno Warisman tak terdapat ada perang dan tidak ada hubungan dengan politik maupun kampanye hitam.

Puisi Neno Warisman Disebut Politisi PDIP Tak Relevan, Ustaz Haikal Hassan: Jangan Baperan!

Politisi PDIP Ini Ungkap Beberapa Kalimat Puisi Neno Warisman yang Paling Dikhawatirkan

Neno Warisman Ungkap Makna Puisinya di Munajat 212 Hingga Kontroversi dan Disebut Kampanye Hitam

"Yang saya lihat belakangan ini, yang muncul dalam istilah perang itu adalah justru yang disampaikan oleh dari tim 01, yang katanya kita siap menuju perang total. Ini diucapkan Jenderal Purnawirawan Moeldoko," terang Fadli Zon.

Diketahui, pada puisi yang dibacakan oleh aktivis sekaligus aktris lawas Neno Warisman dalam acara Munajat 21, Kamis (21/2/2019) lalu menuai kontroversi dan viral.

Sejumlah pihak menyebut puisi tersebut terkait politik jelang Pilpres 2019. Satu di antaranya seperti yang diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) Aminuddin Maruf.

Menurut Aminuddin, puisi yang dibacakan di Monas, Jakarta Pusat itu, merupakan kampanye terselubung.

"Doa yang dipanjatkan sangat berbeda. Kalau murni acara istigasah dan doa bersama untuk bangsa, ya sudah berdoa saja, tidak menyinggung kemenangan pasangan A atau pasangan B," kata Aminuddin dalam pernyataan yang diterima Tribunnews, Jumat (22/2/2019).

Akan tetapi, sebagian pihak lainnya justru mengapresiasi dan memuji puisi Neno Warisman.

Halaman
1234
Penulis: Panji Baskhara
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved