BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Program Internsip Dokter Indonesia Kemenkes RI

sejak Agustus tahun 2016 hingga saat ini Badan PPSDMK Kemenkes RI telah mendaftarkan 32.000 Dokter Internsip yang ditugaskan di seluruh Indonesia.

BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Program Internsip Dokter Indonesia Kemenkes RI
Warta Kota
Asisten Deputi Komunikasi Internal BPJS Ketenagakerjaan Hery Johari (Kiri), Kabid Kepesertaan Kantor Cabang Jakarta Sudirman Sentot Priyadi (Tengah) dan Kabid Pendayagunaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Dalam Negeri, PPSDMK, dr. Mawari Edy, M.Epid (kanan) berbincang di kantor PPSDMK. 

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan melindungi dokter yang sedang mengikuti Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) melalui Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDMK) Kemenkes RI, Jakarta Selatan.

Interview kerjasama dilakukan di Kantor PPSDM Kesehatan, Jalan Hang Jebat III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Sudirman, Erni Purnamawati, mengungkapkan, program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia.

Proses pemantapan mutu profesi dokter, imbuh dia, untuk menerapkan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan, secara terintegrasi, komprehensif, mandiri serta menggunakan pendekatan kedokteran keluarga dalam rangka pemahiran dan penyelarasan antara hasil pendidikan dengan praktik di lapangan.

”Kami memberikan apresiasi atas kepesertaan Badan PPSDMK Kemenkes RI yang selalu antusias dalam mendaftarkan Dokter Internsip,” ujar Erni, Rabu (27/2/2019).

Erni menjelaskan, sejak Agustus tahun 2016 hingga saat ini Badan PPSDMK Kemenkes RI telah mendaftarkan 32.000 Dokter Internsip yang ditugaskan di seluruh Indonesia.

Tidak hanya pada saat bekerja, lanjut dia, namun BPJS Ketenagakerjaan juga melindungi para Dokter saat perjalanan menuju tempat kerja hingga pulang kembali ke rumah.

“Manfaat program BPJS Ketenagakerjaan, telah dirasakan langsung oleh para Dokter ada yang mengalami Kecelakaan Kerja, bahkan ada yang meninggal dunia pada saat bertugas,” ungkap Erni.

Tercatat pada Juli 2017 dan Mei 2018, dua orang dokter yang ditugaskan di Palembang dan Semarang meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas, dalam hal ini BPJS Ketenagakerjaan langsung memberikan hak ahli waris dokter intersip sebesar Rp151.080.000 per orang untuk santunan Kecelakaan Kerja Meninggal Dunia.

Tidak hanya itu, BPJS Ketenagakerjaan telah memberikan santunan Jaminan Kematian kepada Ahli Waris untuk dokter internsip yang meninggal dunia karena sakit atau bukan karena kecelakaan kerja sebesar Rp. 24.000.000 per orang, dua orang dokter meninggal dunia di Jakarta, satu orang di Sumatera Barat, satu orang Surabaya dan satu orang Bali.

Halaman
12
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved