BERITA FOTO : Jokowi Apresiasi Terobosan Aplikasi Pengadilan Online

Presiden Jokowi senang, pengadilan juga gunakan sistem online. Hal ini memudahkan pendaftaran perkara dan membuat peradilan semakin transparan.

BERITA FOTO : Jokowi Apresiasi Terobosan Aplikasi Pengadilan Online
Warta Kota/Henry Lopulalan
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Ketua MA Hatta Ali (kiri) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan hakim agung berfoto bersama seusai Sidang Pleno MA di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2019). 

Presiden Joko Widodo mengapreasiasi sistem online yang dilakukan dalam sistem peradilan.

Ia senang dengan adanya penerapan aplikasi "e-Court"  yang membuat pendaftaran perkara semakin mudah. 

Hal ini disampaikan saat memberi sambutan dalam Sidang Pleno Mahkamah Agung RI Tahun 2019 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Rabu (27/2/2019).

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pemerintah memberikan dukungan penuh atas inovasi-inovasi peradilan Indonesia yang semakin memberikan kemudahan bagi masyarakat.

Jokowi Bilang Ada Sembilan Juta Orang Percaya Hoaks Pelarangan Azan dan Pelegalan Pernikahan Sejenis

Mahkamah Agung Jelaskan Hukuman yang Dijalani Saipul Jamil Itu 8 Tahun Penjara

Dengan inovasi tersebut, Presiden mengaku optimistis wajah dunia peradilan Indonesia akan semakin dipercaya oleh rakyat Indonesia.

"Saya semakin optimistis bahwa sistem peradilan Indonesia akan semakin inovatif, semakin maju, dan memperkuat kepercayaan dari rakyat pencari keadilan," kata Presiden.

Presiden Joko Widodo memberi sambutan dalam Sidang Pleno MA di Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2019).
Presiden Joko Widodo memberi sambutan dalam Sidang Pleno MA di Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2019). (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Kepala Negara mencatat, penerapan "e-Court" yang memudahkan pendaftaran perkara secara daring, transparansi administrasi dan finansial, hingga kemudahan dalam hal layanan informasi persidangan merupakan hal yang sangat dinantikan. Inovasi itu tentunya dapat mendukung layanan peradilan yang jauh lebih baik.

"Penerapan teknologi informasi dalam sistem penanganan perkara tentu saja akan bisa mempercepat terwujudnya layanan peradilan yang sederhana, yang cepat, dan dengan biaya ringan," tutur Presiden.

Kepala Negara sangat berharap bahwa inovasi tersebut membuka jalan bagi transparansi yudisial sekaligus membangun budaya baru yang memberikan motivasi bagi para aparatur di lingkungan peradilan untuk semakin inovatif dalam melakukan perubahan.

Menurut Presiden, terobosan-terobosan dalam dunia peradilan, khususnya di lingkungan Mahkamah Agung (MA), sangat diperlukan. Terobosan itu diharapkan dapat memperbaiki anggapan negatif yang terlanjur melekat di masyarakat mengenai hukum dan peradilan di Indonesia.

Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Ketua MA Hatta Ali (kiri) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memasuki ruang Sidang Pleno MA di Senayan,  Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2019).
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Ketua MA Hatta Ali (kiri) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memasuki ruang Sidang Pleno MA di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2019). (Warta Kota/Henry Lopulalan)

"Banyak yang beranggapan, keadilan tidak akan pernah ditemukan di ruang-ruang pengadilan. Tapi, saya yakin bahwa dengan perbaikan, pembaruan, dan reformasi sistem peradilan Indonesia yang dilakukan secara konsisten oleh MA, semua anggapan negatif tersebut akan mulai berubah sampai pada titik ketika rakyat merasakan secara nyata bahwa keadilan dapat terwujud di ruang pengadilan," kata Presiden.

"Saya sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada MA untuk melakukan perbaikan dan pembaruan sistem peradilan," ujar Presiden.

Penulis: Henry Lopulalan
Editor: Alex Suban
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved