Breaking News:

Pemilu 2019

3 Emak-emak Hina Jokowi, Tanggapan TKN Jokowi-Maruf Terkait Putusan Bawaslu Sebut Tak Langgar Pemilu

TKN Jokowi-Maruf memberikan tanggapan atas putusan Bawaslu Karawang yang menganggap 3 emak-emak tidak melanggar UU Pemilu.

Editor: Suprapto
tribunjakarta
Emak-emak di Karawang, Jawa Barat, ini mendatangi rumah warga memberikan informasi keliru jika calon tertentu menang pada Pilpres 2019 maka tidak akan ada lagi azan, perkawinan LGBT disahkan, dan tidak ada lagi yang memakai jilbab. Ketiganya kini menjadi tersangka pelanggar UU ITE dan KUHP. 

TKN Jokowi-Maruf memberikan tanggapan atas putusan Bawaslu Karawang yang menganggap 3 emak-emak tidak melanggar UU Pemilu. 3 emak-emak Karawang itu ditangkap polisi karena dianggap hina Presiden Jokowi.

Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Usman Kansong, mengingatkan, kampanye hitam terhadap Jokowi-Ma'ruf di Karawang, Jawa Barat, tidak hanya berkaitan dengan pemilu.

Video yang beredar di media sosial itu juga diduga melanggar unsur tindak pidana.

Hal ini disampaikan untuk menanggapi Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang menghentikan penyelidikan soal dugaan kampanye hitam yang dilakukan 3 emak-emak Karawang tersebut.

Kampanye hitam tersebut berupa video emak-emak Karawang yang menyebutkan tidak akan ada azan jika Jokowi-Ma'ruf atau Jokowi-Maruf terpilih.

"Ini kan ada urusan pemilu, ada urusan pidana. Polisi sudah menangkap, menetapkan tersangka," ujar Usman di Posko Cemara, Selasa (26/2/2019).

Usman mengatakan, polisi pasti melihat ada unsur pidana dari video tersebut.

Tiga Emak-emak Ujaran Kebencian ke Jokowi Ditahan di Polres Karawang

3 Emak-emak Karawang Hina Jokowi, Mahfud MD: Ancaman Hukuman Lebih Berat dari Pelanggaran Kampanye

Polisi Kebut Kasus 3 Emak-emak Karawang Hina Presiden Jokowi, Diancam Hukuman 10 Tahun

Menurut Usman, video itu sudah masuk kategori ujaran kebencian dan penyebaran informasi bohong.

Dengan demikian, meski dinilai tidak melanggar Undang-Undang Pemilu, kasus ini bisa ditindak secara pidana.

Emak-emak di Karawang, Jawa Barat, ini mendatangi rumah warga memberikan informasi keliru jika calon tertentu menang pada Pilpres 2019 maka tidak akan ada lagi azan, perkawinan LGBT disahkan, dan tidak ada lagi yang memakai jilbab.
Emak-emak di Karawang, Jawa Barat, ini mendatangi rumah warga memberikan informasi keliru jika calon tertentu menang pada Pilpres 2019 maka tidak akan ada lagi azan, perkawinan LGBT disahkan, dan tidak ada lagi yang memakai jilbab. (@indozone.id)

"Bawaslu mungkin dari sisi pemilu tidak ada pelanggaran di situ, tapi dari sisi pidana polisi melihat yang berbeda," kata Usman.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved