Pria yang Ngamuk dan Pecahkan Kaca Musala Mengaku Sebagai Titisan Syekh Siti Djenar

"Dia ngaku sebagi Syekh Siti Jenar, katanya dia orang sakti dan kebal senjata," kata Ketua RW 10 Bidara Cina, Ikrar di lokasi, Selasa (26/2).

Pria yang Ngamuk dan Pecahkan Kaca Musala Mengaku Sebagai Titisan Syekh Siti Djenar
Warta Kota
Musala Roudhatul Falah, Jatinegara, Jakarta Timur 

Ari Agustian, seorang pria yang mengamuk dan merusak Musala Roudhatul Falah, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (25/2) dini hari lalu, mengaku bahwa dirinya merupakan titisan Syekh Siti Jenar saat mengamuk dan kerasukan.

"Dia ngaku sebagi Syekh Siti Jenar, katanya dia orang sakti dan kebal senjata," kata Ketua RW 10 Bidara Cina, Ikrar di lokasi, Selasa (26/2).

Bahkan, Ari juga menantang petugas kepolisian yang hendak menenangkannya. Ia pun sempat menyebut bahwa dirinya kebal terhadap senjata tajam maupun senjata api.

"Dia berkali-kali ngomong enggak jelas. Bahkan sempat nantang polisi, dia bilang enggak takut, kalau perlu tembak saja, nanti bukan dia yang mati tapi polisi itu," ucapnya.

Sementara itu, pengurus musala bernama Toha Setiawan (69) mengatakan sebelum diamankan, tubuh Ari sudah berlumuran darah.

Darah tersebut berasal dari lengan kanannya yang mengalami luka cukup parah akibat memukul kaca pada pintu musala hingga hancur berkeping-keping.

"Dia di ringkus saat sedang guling-guling di aspal, saat itu dia sudah berlumuran darah. Tapi itu darah karena dia mecahin kaca ya bukan habis melukai orang," ucap Toha.

Luka sobek tersebut terlihat dari lengan atas hingga pergelangan tangan kanannya.

Sebelumnya, Kapolsek Jatinegara Kompol Rudy menduga Ari gagal mendalami ilmu kebatinan, hal itu menyebabkannya kerasukan sehingga menyebabkan kegaduhan.

"Informasi yang kami dapat, dia hilang sadar lalu masuk musala dan rusak kaca sampai tangannya terluka. Bisa dibilang seperti orang kerasukan. Jadi itu orang lagi mendalami ilmu, mungkin batinnya enggak kuat jadi dia kerasukan dan hilang kendali," kata Rudy.

Hal itu sekaligus menyanggah kabar yang menyebutkan bahwa Ari hendak melakukan penyerangan kepada imam musala tersebut.

"Jadi ini bukan percobaan pembuhanan atau bunuh diri ya. Bisa dibilang kerasukan lah," ucapnya. (abs)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved