Lagu Agnez Mo Dicekal di Jawa Barat, Pengamat Musik Sebut Kebijakan KPID Mengada-ada

Kebijakan yang dikeluarkan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat yang membatasi 17 lagu berbahasa asing dianggap mengada-ada.

Lagu Agnez Mo Dicekal di Jawa Barat, Pengamat Musik Sebut Kebijakan KPID Mengada-ada
Surya Malang
Lagu Overdose yang dinyanyikan Agnez Mo dan Chris Brown langsung melejit dan menjadi trending topic di media sosial. Lagu ini pertama kali diluncurkan di Indonesia pada 26 Juli 2018. 

Jerinx ikut bersuara sesaat setelah mendengar beredarnya surat edaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat yang melarang 17 lagu berbahasa asing ditayangkan terbatas di seluruh Jawa Barat.

Diantara lagu-lagu mancanegara tersebut, terdapat Overdose yang dipopulerkan Agnez Mo (32) bersama rapper Chris Brown. Agnez Mo mengenalkan lagu tersebut untuk pertama kali ke publik medio Juli 2018.

"Di Jawa Barat, lagu-lagu berbahasa Inggris akan dibatasi di radio, ditetapkan 18 Februari 2018. Baru ditetapkan sih. Mungkin nunggu RUU Permusikan sah jadi UU (undang-undang) baru dieksekusi. Belum ada RUU Permusikan saja sudah ada regulasi fasis macam ini. Makin jelas kan kemana arah RUU Permusikan ini?" tulis Jerinx melalui akun media sosial Instagram @jrxsid, Selasa (26/2/2019).

Agnez Mo
Agnez Mo (Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Dihubungi terpisah melalui telepon, Selasa sore, Pengamat Musik Aldo Sianturi menduga, para pengambil kebijakan, yakni para pengurus KPID Jawa Barat, tidak ada yang mengetahui persis industri musik dan tidak melakukan audiensi terlebih dulu dengan pemilik radio di seluruh Jawa Barat.

"Dasar kebijakan KPID Jawa Barat (membatasi pemutaran dan penayangan 17 lagu berbahasa Inggris) itu tidak kuat. Di awal 2019 ujug-ujug ada seperti ini. Kemana saja dia? Di zaman Orde Baru tidak ada lho kebijakan seperti ini," kata Aldo Sianturi.

Kasus beredarnya surat edaran KPID Jawa Barat yang ditandatangai Ketua KPID Jawa Barat Dedeh Fardiah pada satu tahun lalu ini mengingatkan Aldo Sianturi ketika masih bertugas mengurusi karya para penyanyi internasional di label musik ternama, Universal.

Agnez Mo dan Chris Brown
Agnez Mo dan Chris Brown (Bangka Pos)

Ketika itu, salah satu tugas Aldo Sianturi --juga label-label musik internasional lainnya di Indonesia-- adalah, mengenali konten lagu (eksplisit content) yang berpotensi tidak sesuai norma dan tidak pantas disiarkan ke publik.

Jika dianggap tidak pantas disiarkan ke publik, lirik atau gambar video dalam klip lagu akan dilakukan pemotongan (edit) tanpa mengurangi maksud asli lagu tersebut. Rapper Eminem misalnya, di lirik lagu yang dinyanyikannya, kerap diketahui tidak etis.

Lagu Agnez Mo Dicekal KPID di Jawa Barat

BREAKING NEWS: KPID Larang Lagu Agnez Mo-Christ Brown Disiarkan TV & Radio di Jawa Barat 17 Jam/Hari

Harga Busana dan Aksesoris Agnez Mo Saat Bertemu Jokowi Ratusan Juta, Ini Rinciannya

Hasil editan lagu (clean version) yang telah disesuaikan sesuai norma dan kepantasan tersebut, lanjut Aldo Sianturi, yang kemudian disebarkan label musik ke seluruh radio di Indonesia.

"Kasus beredarnya surat dari KPID Jawa Barat itu tidak harus diseriusi (musisi Indonesia). Kebijakan ini mengada-ada. Jadi biarkan saja," kata Aldo Sianturi.

Anehnya, mengapa surat edaran yang ditandatangani pada 18 Februari 2018 itu beredar sekarang?

Penulis:
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved