Kepa Arrizabalaga Bantah Dituduh Membangkang pada Maurizio Sarri

Kepa menolak keluar dari lapangan ketika Pelatih Chelsea Maurizio Sarri ingin menggantinya dengan Willy Caballero.

Kepa Arrizabalaga Bantah Dituduh Membangkang pada Maurizio Sarri
CNN
Kepa Arrizabalaga saat menolak ketika hendak digantikan 

KIPER Chelsea Kepa Arrizabalaga menjadi topik hangat pembicaraan laga final Piala Liga yang dimenangi Manchester City, kemarin.

Kiper termahal di Liga Inggris itu, menolak keluar dari lapangan ketika Pelatih Chelsea Maurizio Sarri ingin menggantinya dengan Willy Caballero.

Namun, Kepa bersikukuh tetap di tempatnya, mengirimkan isyarat dengan jari bahwa dia tak perlu diganti.

Sarri pun kesal. Pelatih asal Italia itu mencak-mencak di pinggir lapangan, marah karena perintahnya tak diindahkan oleh pemainnya.

Wasit Jon Moss sampai harus turun tangan untuk menyelesaikan urusan itu, sebelum melanjutkan laga, dengan Kepa tetap di lapangan dan akhirnya menjadi kiper di adu penalti.

Kepa membuktikan berhasil menepis satu dari lima penalti yang dibuat para pemain City, yakni menyelamatkan tendangan Leroy Sane.

Namun, bekas pemain Athletic Bilbao itu gagal mengantisipasi tendangan Ilkay Guendogan, Sergio Aguero, Bernardo Silva, dan Raheem Sterling. Chelsea kalah 3-4.

Main di Kandang, Persija Berpeluang Menang

Para pengamat menganggap apa yang dilakukan Kepa sebagai pembangkangan terhadap perintah pelatih.

Sesuatu yang tak boleh dibiarkan dalam sebuah tim, dan Sarri perlu melakukan sesuatu. Kepa membantah dianggap tuduhan pembangkangan itu.

"Saya tidak ada maksud membangkang, atau bersikap tidak hormat kepada pelatih. Saya mengira, pelatih meminta saya diganti karena masalah hamstring. Jadi, saya bilang tidak perlu karena secara fisik saya baik-baik saja," ujarnya, seperti dikutip Football London.

Yang pasti, kesalahpahaman itu memberi keuntungan bagi Manchester City.

Kapten City Vincent Kompany mengatakan, sangat bersyukur Chelsea tak jadi menurunkan Caballero yang pernah mengantar City memenangi Piala Liga lewat adu penalti melawan Liverpool pada musim 2015/16 lalu.

"Saya belum pernah melihat yang seperti itu. Seandainya saya bisa melakukannya setiap kali akan diganti. Pada akhirnya, saya senang Willy tak ada di sana," ujarnya.

Baca Selengkapnya Hanya di KORAN SUPER BALL, Selasa (26/2/2019)

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved