Kasus Ratna Sarumpaet

Jelang Sidang Perdana Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet, Jaksa: Biasa Aja, Apa Sih Istimewanya?

Majelis hakim dalam persidangan perkara Ratna Sarumpaet dipimpin oleh Wakil Ketua PN Jakarta Selatan Joni.

Penulis: Feryanto Hadi | Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Dinyatakan lengkapnya berkas perkara dengan tersangka, Ratna Sarumpaet ini setelah penyidik mengikuti seluruh petunjuk jaksa saat berkas dikembalikan November 2018 lalu. 

KEPALA Kejaksaan Negeri (Kajari) DKI Jakarta Supardi mengaku optimistis jaksa penuntut umum (JPU) akan memenangkan proses persidangan melawan Ratna Sarumpaet, terdakwa kasus berita hoaks, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Ya kalau sudah melengkapi, ya mesti optimis lah. Kalau dakwaan lengkap berarti kan optimis, memenuhi unsur pasal yang disangkakan,” kata Supardi di kantornya, Selasa (26/2/2019).

Menurut dia, jaksa tidak melakukan persiapan khusus untuk menghadapi Ratna Sarumpaet. Karena, kasus Ratna Sarumpaet bukan kasus yang istimewa, dan jaksa penuntut umum (JPU) yang diturunkan juga gabungan dari Korps Adhyaksa.

Politikus-politikus Ini Siap Pasang Badan Jadi Penjamin Penangguhan Penahanan Ahmad Dhani

“Biasa aja sih, apa sih istimewanya? Itu perkara biasa kok, ada perbuatan, ada pasal. Ini kan perkaranya handle dari Jaksa Agung, artinya jaksa dari Kejati dan Kejari ikut. Itu sudah lumrah, bukan ini tok,” ujarnya.

Namun, Supardi mengatakan, kemungkinan untuk teknis keamanan akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian, dalam jalannya proses persidangan kasus Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah mengagendakan persidangan perdana perkara penyebaran berita hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet pada Kamis (28/2/2019) lusa sekira pukul 09.00 Wib.

Ini Kunci Ria Irawan Bisa Survive Hadapi Kanker

Majelis hakim dalam persidangan perkara Ratna Sarumpaet dipimpin oleh Wakil Ketua PN Jakarta Selatan Joni, dengan dua hakim anggota, Krisnugroho dan Mery Taat Anggarasih.

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum ada empat orang, yaitu Arya Wicaksana, Sarwoto, Donny M Sany, serta Las Maria Siregar.

Penyidik Polda Metro Jaya telah melimpahkan tahap kedua kasus hoaks Ratna Sarumpaet ke Kejaksaan Tinggi DKI pada Kamis (31/1/2019) lalu. Kemudian, jaksa melimpahkan dakwaan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (21/2/2019).

Anaknya Dibahagiakan Luar Biasa, Denada Ingin Berterima Kasih Langsung kepada Jokowi dan Iriana

Kasus hoaks Ratna Sarumpaet bermula dari foto lebam wajahnya yang beredar di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna Sarumpaet dipukuli orang tak dikenal di Bandung, Jawa Barat.

Namun, Ratna Sarumpaet mengklarifikasi berita penganiayaan terhadap dirinya itu bohong. Ratna  Sarumpaet mengaku mukanya lebam karena habis menjalani operasi plastik. Akibatnya, polisi memeriksa sejumlah orang sebagai saksi terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

Antara lain, Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi Nanik S Deyang, dan Koordinator Juru Bicara Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Dahnil Anzar Simanjuntak.

Tak Perlu Berobat ke Luar Negeri, Ria Irawan Mengaku Bisa Bikin Kanker Tidur dalam 30 Menit

Kemudian, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal, mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, putri Ratna Sarumpaet Atiqah Hasiholan, dan salah satu karyawan Ratna Sarumpaet, Ahmad Rubangi.

Atas kebohongan tersebut, Ratna Sarumpaet dijerat pasal 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, dan Pasal 28 juncto pasal 45 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved