Gawat, Dinkes Sebut 100 RW di DKI Jakarta Rawan Kasus DBD

Adanya angka yang mencapai 100 RW, Widyastuti mengakui bahwa angka bebas jentik nyamuk aedes aegypti masih kurang di bawah target.

Gawat, Dinkes Sebut 100 RW di DKI Jakarta Rawan Kasus DBD
Tribunnews
Ilustrasi nyamuk demam berdarah. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Anggie Lianda Putri

GAMBIR, WARTA KOTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta telah melakukan pemetaan pada wilayah yang rawan Demam Berdarah Dengue (DBD) yakni Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Timur.

Dari wilayah itu ditetapkan sekitar 100 Rukun Warga (RW) yang menjadi kawasan rawan DBD.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan pemetaan ini dilakukan pihaknya lantaran penyebaran DBD di tiga wilayah rawan ini tidak merata.

"Kita sudah memetakan sampai tingkat RW rawan. Karena 3 wilayah enggak semuanya merah, artinya ada fokus - fokus didaerah tertentu. Ada 100an RW rawan," kata Widyastuti saat dihubungi, Selasa (26/2/2019).

Adanya angka yang mencapai 100 RW, Widyastuti mengakui bahwa angka bebas jentik nyamuk aedes aegypti masih kurang di bawah target.

Ini Isi Lengkap Surat Cinta Reino Barack Calon Suami Syahrini untuk Luna Maya saat Masih Pacaran

Penampilan Terbaru Puput Nastiti Sepulang Liburan Bersama Ahok Menjadi Sorotan

Akhirnya Polisi Ungkap Identitas Perempuan Terkait Dugaan Ujaran Kebencian Pada Capres 01

"Angka bebas jentiknya masih kurang dibawah target. Jadi 1 RW lebih dari tiga orang dalam masa inkubasi, itu kita anggap RW rawan," ungkap Widyastuti.

Namun Widyastuti enggan menjelaskan secara detail berapa kasus DBD di Jakarta per bulan Februari 2019 ini.

Menurutnya naik atau turunya kasus DBD bukan persoalan penting, yang lebih penting sejauh ini kasus masih terkendali.

Ini Dia Ramalan Zodiak Selasa (26/2): Emosi Leo Meledak, Taurus Dilema, Aquarius Alami Hal Berat

"Bukan masalah naik atau turunnya tapi yang terpenting adalah terkendali. Respon time karena memang secara banyak faktornya seperti daya tahan tubuh kurang, kelembapan udara. Apalagi BMKG prediksi Maret sampai April udara masih seperti ini menyebabkan banyak nyamuk," ungkap Widyastuti.

Deman Berdarah Dangue (DBD) kembali merengut nyawa seorang bocah berusia tujuh tahun di Kalideres, Jakarta Barat. sang ibu, Sri Supriyatini Kusumawati tak kuasa menahan tangis dan terus mengelus-elus makan anaknya. (Warta Kota/Joko Supriyanto)
Deman Berdarah Dangue (DBD) kembali merengut nyawa seorang bocah berusia tujuh tahun di Kalideres, Jakarta Barat. sang ibu, Sri Supriyatini Kusumawati tak kuasa menahan tangis dan terus mengelus-elus makan anaknya. (Warta Kota/Joko Supriyanto) (Warta Kota/Joko Supriyanto)
Halaman
1234
Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved