Selasa, 14 April 2026

Cegah Gizi Buruk, Depok Optimalkan Peran Petugas Gizi

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita, mengakui setiap tahun ada saja kasus kejadian gizi buruk di wilayahnya.

Warta Kota/Gopis Simatupang
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita. 

DEPOK, WARTA KOTA -- Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita, mengakui setiap tahun ada saja kasus kejadian gizi buruk di wilayahnya.

Untuk itu, Dinas Kesehatan mengoptimalkan peran petugas gizi atau nutrisionis yang ditempatkan di tiap puskesmas untuk menekan kasusnya.

"Selalu ada penyuluhan. Kan ada petugas gizi di tiap-tiap puskesmas," ujar Novarita di sela-sela Forum Rencana Kerja Dinas Kesehatan di Hotel Bumi Wiayata, Kota Depok, Senin (25/2/2019).

Nutrisionis adalah seseorang yang diberi tugas, tanggung jawab dan wewenang secara penuh oleh pejabat berwenang untuk melakukan kegiatan teknis fungsional di bidang pelayanan gizi, makanan dan dietetik, baik di tengah masyarakat maupun di Puskesmas.

Dinas Kesehatan Kota Depok mencatat, tahun 2018 terdapat 76 balita yang menderita gizi buruk.

Angka itu menurun dibandingkan dengan data tahun 2017, yang mencatat 83 balita penderita gizi buruk.

Kasus gizi buruk tersebar merata di 11 kecamatan se-Kota Depok.

Novarita menjelaskan, Kota Depok tidak dapat terbebas 100 persen dari gizi buruk karena adanya penyakit penyerta.

Supaya gizi buruknya sembuh, penyakit penyertanya harus diatasi terlebih dahulu.

"Nah, kadang-kadang penyakit penyertanya itu ada yang genetik, misalnya sakit jantung bawaan. Sehingga memang itu tidak bisa membuat dia cepat naik berat badannya," terangnya.

Dijelaskannya, penyakit gizi buruk tidak selalu berkaitan dengan rendahnya status ekonomi keluarga si penderita, dalam hal ini balita.

Bisa juga terjadi karena ketidaktahuan orangtua dalam mengasuh anak dan dalam memberikan makanan bergizi.

"Jadi tidak semua yang gizi buruk itu berasal dari keluarga yang tidak mampu. Tapi bisa juga dari keluarga yang punya uang, cuma tidak tahu bagaimana cara memberikan makanan sehat, cara mengolah makanan," bilang Novarita.

"Kadang-kadang kan banyak anak cuma dikasih makanan jajan aja, tapi makanan pokoknya tidak. Karena makanan jajanan telah banyak yang masuk, ketika diberikan makanan pokok dia sudah kenyang," jelasnya.

Selain mengoptimalkan fungsi petugas gizi, Dinas Kesehatan Kota Depok juga memiliki Therapeutic Feeding Centre (TFC) atau Pusat Pemulihan Gizi (PPG) untuk mengatasi masalah kedaruratan kejadian gizi buruk.

PPG merupakan pusat pemulihan gizi buruk dengan perawatan serta pemberian makanan anak secara intensif sesuai usia dan kondisinya yang melibatkan peran serta orangtua. (gps)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved