Sedekah Lewat Aplikasi, Ukhuwah Care Bekasi Luncurkan U-Care Pay

Lewat aplikasi ini, masyarakat bisa memonitoring saluran dana bantuan, bahkan menyisihkan pendapatannya langsung berupa infaq, shodaqoh

Sedekah Lewat Aplikasi, Ukhuwah Care Bekasi Luncurkan U-Care Pay
Warta Kota
Ukhuwah Care (U-Care) Indonesia Kota Bekasi 

Lembaga amil zakat, Ukhuwah Care (U-Care) Indonesia Kota Bekasi memperkenalkan dua program dalam menyambut Revolusi Industri 4.0 pada 2019.

Dua program itu adalah U-Care Pay dan Program Masjid Kampung Ukhuwah (Makkah) yang diresmikan di Hotel Merbabu, Jalan Cut Meutia, Rawalumbu, Kota Bekasi pada Sabtu (23/2) malam,

Ketua Yayasan Ukhuwah Care Indonesia cabang Kota Bekasi, Muhammad Anwar mengatakan, program U-Care Pay lebih condong menawarkan layanan berbasis online.

Menurut dia, gerakan kebangkitan kepedulian sosial masyarakat harus diiringi dengan kecanggihan teknologi digital.

Apalagi pada Revolusi Industri 4.0, mayoritas perusahaan cenderung menerapkan teknologi komputerisasi di bidang usahanya.

"Gerakan kepedulian masyarakat harus disambut juga dengan era-nya apalagi sekarang sudah menerapkan Revolusi Industri 4.0, sehingga U-Care Indonesia juga harus mengikuti perkembangannya," kata Anwar pada Ahad (24/2).

Dia menjelaskan, program U-Care Pay bisa diterapkan di setiap gawai berbasis sistem Android. Pengguna bisa mengunduh aplikasi itu melalui Google Play Store.

Lewat aplikasi ini, masyarakat bisa memonitoring saluran dana bantuan, bahkan menyisihkan pendapatannya langsung berupa infaq, shodaqoh atau donasi.

"Para donatur yang kebingungan menyalurkan dananya bisa menggunakan aplikasi U-Care Pay. Sekarang orangtua bahkan anak muda suka memberikan donasi, karena itu kita berikan kemudahan melalui program ini," ujarnya. "Proses pengirimannya via transfer rekening bank, dan pemberi bantuan juga bisa memonitoring penyaluran dana itu," tambahnya.

Ketua Dewan Pembina Yayasan U-Care Indonesia Achmad Ridwan menambahkan, untuk program Makkah, pihaknya akan memberikan pendidikan kepada para marbot (pengurus masjid), layanan kesehatan berbasis masjid dan koperasi masjid berbasis syariah. Hingga kini, baru ada dua masjid yang sudah menjajaki program kerjasama tersebut.

"Ke depan kami akan menggandeng 1.000 lebih Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang ada di Kota Bekasi," ungkapnya.

Menurut dia, program ini lahir karena lembaganya melihat banyak masjid yang kurang cakap dalam mengelola keuangan umat untuk memberdayakan lingkungan sekitar. Padahal, kata dia, masjid merupakan salah satu tempat peradaban umat Islam.

"Program ini akan memberikan pengetahuan kepada para DKM dalam mengelola keuangan agar dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan umat. Misalnya koperasi masjid berbasis syariah, layanan bisa digunakan masyarakat untuk menghindari jeratan utang rentenir," ujarnya. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved