PT KAI Sudah Merencanakan Pembangunan JPO Jatinegara untuk Akses bagi Pejalan Kaki

JPO itu nantinya akan menghubungkan wilayah Jalan Pisangan Baru Selatan dan Jalan Bekasi Barat atau Jatinegara.

PT KAI Sudah Merencanakan Pembangunan JPO Jatinegara untuk Akses bagi Pejalan Kaki
Warta Kota/Rangga Baskoro
Ilustrasi. Ratusan warga menantang maut seberangi rel yang terletak di dekat Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur. 

PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah merencanakan untuk membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di dekat Stasiun Jatinegara yang nantinya menjadi akses bagi pejalan kaki.

JPO itu nantinya akan menghubungkan wilayah Jalan Pisangan Baru Selatan dan Jalan Bekasi Barat atau Jatinegara.

JPO itu sekaligus jadi akses jalur keluar penumpang kereta.

"Ya memang nantinya direncanakan akan ada akses untuk warga yang disatukan dengan penumpang yang keluar," tutur Senior Manajer Humas PT KAI Daop I Jakarta, Edy Kuswoyo saat dikonfirmasi, Jumat (22/2/2019).

Prosedurnya sendiri, harus dilakukan melalui pengajuan mulai dari tingkat kecamatan, wali kota hingga Kementerian Perhubungan dalam hal ini Ditjem Perkeretaapian.

"Nah setelah itu baru kemenhub melalui ditjen (direktorat perkeretaapian) mengundang PT KAI untuk berkoordinasi," ungkapnya.

Namun demikian, Edy mengaku pihaknya belum pernah menerima surat pengajuan pembangunan JPO dari Kelurahan Pisangan baru.

"Ke siapa pengajuannya? Setau saya belum pernah menerima pengajuan (untuk JPO) hingga saat ini," kata Edy.

Sebelumnya, Lurah Pisangan Baru Tuti Sugihastuti mengatakan pihaknya sudah berulang kali mengusulkan adanya jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menghubungkan warga di sekitar area Jalan Pisangan Baru Selatan menuju Jalan Bekasi Barat atau sebaliknya.

Usulan itu disampaikan agar warga tak lagi melewati rel kereta api di pelintasan Jatinegara. Namun hingga saat ini hal itu belum ditanggapi pihak terkait.

"Masalah pelintasan sebidang hasil rembuk RW kami mengusulkan segera dibuatkan JPO yang Pisangan Baru Selatan. Kami sudah usulkan tapi lokasi tersebut menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan," kata Tuti, Kamis (21/2/2019).

Meski ada pagar pembatas sebelum masuk rel, namun terdapat akses jalan yang dipergunakan masyarakat untuk memasuki area rel kereta api saat mereka hendak melakukan penyeberangan.

Terkait hal ini, Tuti mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pihak Kemenhub sejak tahun 2017. Namun hingga saat masih belum ada tanda-tanda akan dibuatkan JPO di kawasan itu.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved