Pemilu

Ada Larangan Kampanye di Rusun, Muhammad Taufik: Lebay

Ia menyebut peraturan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta yang melarang kampanye Calon Legislatif di Rumah Susun adalah berlebihan

Ada Larangan Kampanye di Rusun, Muhammad Taufik: Lebay
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (22/2). 

WAKIL Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik mencalonkan dirinya kembali menjadi anggota DPRD DKI lewat Dapil DKI III Pademangan, Tanjung Priok dan Penjaringan Jakarta Utara.

Ia menyebut peraturan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta yang melarang kampanye Caleg di Rumah Susun (Rusun) adalah hal yang berlebihan.

Alasan Bawaslu melarang kampanye di Rusun lantaran bangunan tersebut merupakan aset Milik Pemda yang mesti steril dari urusan politik.

"Udah jangan lebay. Menurut saya nih logika Pemilu enggak masuk itu. Yang engak boleh (kampanye) di kantor Gubernur. Itu kan hunian publik. Emang rusun hunian siapa? Hunian publik," ujar M Taufik saat dikonfirmasi, Sabtu (23/2/2019).

TKN: Kemuliaan Acara Malam Munajat 212 di Monas oleh MUI-FPI Diciderai Nuansa Kampanye

Prabowo Ditolak Ketua Masjid, M Taufik: Saya Pasti Tuntut!

Menurutnya justru kampanye di Rusun adalah langkah para Caleg mencerdaskan calon pemilih dan Bawaslu semestinya memikirkan hal tersebut.

"Pemilih itu harus dicerdasin. Bagaimana caranya? Ya di kasih kampanye. Emang Rusun Masjid? Publik itu harus dikasih edukasi soal pemilihan umum. Penghuni Rusun kan pemilih, masa enggak kita kasih edukasi. Aneh-aneh aja menurut saya. Lebay!! Lebay pokoknya itu," ungkap Taufik.

Lantaran tak terima dengan peraturan ini, Taufik mengaku akan tetap berkampanye di Rusun, sebab jika dibiarkan ia khawatir para penghuni malah buta akan Pemilu.

Dokter Larang Ani Yudoyono Minum Air Kemasan yang Sudah Dibuka Lebih dari 2 Jam Begini Penjelasannya

"Saya mau kampanye di Rusun, di mana aja saya kampanyein. Saya mau bilang saudara-saudara ini pemilih wajib diberikan penjelasan terkait Pemilu agar saudara menjadi pemilih yang cerdas. Kalau masyarakat enggak boleh di kampanye siapa yang ngomong disitu?," kata Taufik.

Meskipun beberapa Caleg menolak keras peraturan tersebut, namun Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman DKI Jakarta Kelik Indriyanto telah mencetak spanduk bertulis larangan memasang atribut kampanye di Rusun.

Bahkan Kelik mengaku spanduk tersebut telah terpasang disejumlah Rusun, salahsatunya di Marunda Jakarta Utara.

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved