Wakil Satgas Anti Mafia Bola: Cuma Tiga Klub yang Pelit ke Wasit, Tim yang Lain Beda Lagi

WAKIL Satgas Anti Mafia Bola Brigjen Pol Krishna Murti, membeberkan tiga tim yang dinilai pelit oleh para wasit.

Wakil Satgas Anti Mafia Bola: Cuma Tiga Klub yang Pelit ke Wasit, Tim yang Lain Beda Lagi
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) Ignasius Indro (kanan) bersama Anggota Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) Emerson Yuntho (kiri) membawa poster dukungan sebelum beraudiensi dan memberi dukungan Satgas Polri untuk Pemberantasan Mafia Sepak Bola di Krimum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (28/12/2018). Aksi tersebut bentuk dukungan untuk Polri untuk penyelesaian kasus mafia sepak bola dan pemberantasan mafia sepak bola di Indonesia. 

WAKIL Satgas Anti Mafia Bola Brigjen Pol Krishna Murti, membeberkan tiga tim yang dinilai pelit oleh para wasit yang buka suara kepada penyidik Satgas Anti Mafia Bola.

Tiga tim yang dinilai pelit untuk memberikan 'sesuatu' ke perangkat wasit adalah PSM Makassar, Persipura Jayapura, dan Persib Bandung.

Meski Krishna Murti membongkar dan mengunggah info tersebut di instagram pribadinya @krishnamurti_bd91, ia menegaskan ketiga tim itu berdasarkan versi wasit yang diperiksa oleh Satgas Anti Mafia Bola.

Maruf Amin: Orang yang Membuat Hoaks Calon Ahli Neraka

"Tiga tim itu versi wasit yang buka-bukaan kepada satgas, yang selama ini juga bagian dari perangkat pengatur skor," ujar Krishna Murti saat dihubungi Warta Kota secara eksklusif, Kamis (21/2/2019).

Krishna Murti juga menegaskan, wasit yang membuka suaranya kepada satgas itu tidak menyebutkan tim selain ketiga tim yang dinilai pelit memberikan 'jatah' kepada perangkat pertandingan tersebut.

"Yang disebut hanya tiga tim itu, saya tidak tahu yang lain. Jadi, PSM itu memang tidak mau memberikan hadiah kepada wasit, jadi terserah gitu mau menang atau kalah ya sudah. Kalau Persipura memang mereka sedang kesulitan dalam finansial. Nah, kalau Persib memang khusus tahun 2018 saja, sebelumnya pernah," paparnya.

Atta Halilintar Siap Bayar Nazar Bangun Masjid Milenial Setelah Subscribernya Tembus 10 Juta

Namun, Krishna Murti menegaskan penyebutan tiga tim itu tidak serta merta membuat kesimpulan tim lain yang tidak disebut oleh para wasit yang 'bermain', menjadi tidak bersih.

"Tidak bisa juga dibilang semua tim selain tiga itu kotor. Ini bukan masalah kotor atau bersih. Tiga tim itu yang pelit memberikan ke wasit. Nah, yang lain itu beda lagi," jelas Krishna Murti.

Krishna Murti menjelaskan, ada tiga jenis tim pada setiap pertandingan yang memberikan 'jatah' kepada perangkat pertandingan, dalam hal ini wasit, yaitu:

Perjuangan Atta Halilintar Tembus 11 Juta Subscriber, 120 Ribu Pengikutnya Pernah Raib dalam Sehari

1. Wajar. Tidak Memberikan Hadiah kepada Wasit (menang atau kalah tidak apa-apa)

Halaman
12
Penulis: Gisesya Ranggawari
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved