VIDEO: Ini Deklarasi Tempat Ibadah Tidak Digunakan Kampanye oleh Pimpinan Daerah Tangsel

Deklarasi tersebut dilakukan di tiga tempat ibadah di Kota Tangerang Selatan secara bergantian sejak pukul 10.00 WIB pagi.

Laporan Wartawan Warta Kota, Zaki Ari Setiawan

TANGERANG, WARTA KOTA - Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkorpimda) Kota Tangerang Selatan dan Pemuka Agama menggelar deklarasi tempat ibadah tidak digunakan untuk kampanye dan penyebaran informasi bohong, Kamis (21/2/2019).

Deklarasi tersebut dilakukan di tiga tempat ibadah di Kota Tangerang Selatan secara bergantian sejak pukul 10.00 WIB pagi.

Dalam deklarasi ini, turut hadir Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Dandim 05/06 Tangerang Letkol Infanteri Faisol Karimi, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan, Ketua KPU Tangerang Selatan Bambang Dwitoro, Ketua Bawaslu Tangerang Selatan Muhammad Acep, serta pemuka agama setempat.

Pada destinasi pertama, Forkorpimda dan pemuka agama setempat mendatangi Gereja Santo Laurensius (Alam Sutera), kemudian menuju Masjid Asmaul Husna (Alam Sutera), dan terakhir Klenteng Konghuchu (Pondok Aren).

Airin Rachmi Diany menjelaskan, maksud dari deklarasi ini adalah sebagai bentuk usaha untuk menangkal politisasi tempat ibadah.

Selain itu, tempat ibadah juga harus dijauhkan dari penyebaran bohong menjelang Pemilu 2019.

"Kita ingin tunjukkan apapun pilihan, agama, dan lainnya tetap Indonesia," ujar Airin.

Ketua Bawaslu Tangerang Selatan, Muhammad Acep juga menerangkan bahwa larangan kampanye di dalam tempat ibadah sudah di atur dalam undang-undang pemilu.

"Deklarasi ini usulan dari dari Dandim dan KPU agar tidak terjadi perpecahan umat, perpecahan masyarakat karena memang kedua capres ini memiliki pendukung berbasis agama, sementara di undang-undang memang dilarang untuk kampanye di tempat ibadah," kata Acep.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved