Pengaturan Skor

Skandal Pengaturan Skor, Jokdri Dijadwalkan Diperiksa Kembali Rabu 27 Februari

Meski Jokdri diperiksa selama sekitar 22 jam dengan mencecar 40 pertanyaan, belum semuanya tertuang dalam berita acara pemeriksaan.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/2/2019). 

Skandal Pengaturan Skor, Jokdri Dijadwalkan Diperiksa Kembali Rabu 27 Februari. Jokdri dicecar 40 pertanyaan. Jokdri diperiksa kasus pencurian dan perusakan barang bukti. Skandal pengaturan skor bola Liga Indonesia.

PLT Ketua Umum PSSI Joko Driyono alias Jokdri, dicecar 40 pertanyaan saat diperiksa Satgas Antimafia Bola di Polda Metro Jaya sejak Kamis (21/2/2019) pukul 10.00 sampai Jumat (22/2) pukul 08.10 atau selama 22 jam.

Jokdri diperiksa sebagai tersangka kasus pencurian dan perusakan barang bukti dalam skandal pengaturan skor bola Liga Indonesia.

Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola yang juga Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menjelaskan, meski diperiksa selama sekitar 22 jam dengan mencecar 40 pertanyaan, belum semuanya tertuang dalam berita acara pemeriksaan.

Terutama, kata Argo, terkait dengan barang bukti yang disita penyidik dari ruang kerja dan apartemen Jokdri.

Pengacara Klaim Pemeriksaan Jokdri Tak Terkait Pengaturan Skor

Pengacara Klaim Pemeriksaan Jokdri Sebagai Tersangka, Tak Terkait Pengaturan Skor

Jadi Aktor Intelektual, Polisi Bakal Dalami Motif Jokdri Rusak Barang Bukti Kasus Pengaturan Skor

"Sehingga yang bersangkutan dijadwalkan akan diperiksa kembali Rabu 27 Februari mendatang, di Polda Metro Jaya," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/2/2019).

Sebab dalam pemeriksaan tersebut, kata Argo, belum semuanya tertuang dalam berita acara pemeriksaan atau BAP.

"Tentunya penyidik ingin menggali kembali yang lebih banyak keterangan yang bersangkutan. Terutama berkenaan dengan barang bukti yang disita," kata Argo

Beberapa barang bukti itu kata Argo akan diverifikasi lagi ke Jokdri.

"Jadi belum semua barang bukti terverifikasi ke yang bersangkutan. Diantaranya bukti transfer, buku tabungan dan sebagainya. Tentunya ini menjadi kerja penyidik untuk diverifikasi semuanya," kata Argo.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved