Potensi Pajak Air Tanah di Jakarta Selatan Rp 145 Miliar

Tim Pengawasan Terpadu Pemanfaatan Air Tanah, bertugas melakukan penagihan pajak air tanah yang memiliki potensi besar untuk dongkrak perolehan pajak.

Potensi Pajak Air Tanah di Jakarta Selatan Rp 145 Miliar
Kompas.com
Ilustrasi 

Puluhan anggota Tim Pengawasan Terpadu Pemanfaatan Air Tanah, pada bangunan gedung dan perumahan di Jakarta Selatan, mulai disebar untuk terjun ke lapangan, Kamis (21/2/2019).

Mereka akan bertugas melakukan penagihan pajak air tanah yang memiliki potensi besar untuk mendongkrak penerimaan pajak air tanah

Apel ini, dipimpin oleh Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Arifin, didampingi Sekretaris BPRD DKI Jakarta Yuandi Bayak Miko, yang dilakukan di Halaman Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Wakil Wali Kota Arifin yang memimpin apel pelepasan tim ini mengatakan, dirinya meminta kepada para petugas untuk dapat memberikan pelayanan yang baik ketika menyambangi para wajib pajak.

Rocky Gerung dan Pasukan Akal Sehat Jenguk Ani Yudhoyono

Kapal Ikan Andrey Dolgov Ini Curi Ikan di Laut Indonesia Selama 10 Tahun

Dari 932 Siswa Usia 17 Tahun Ikut Perekaman e-KTP, Baru 37 Keping e-KTP yang Tercetak

"Pelayanan secara baik, santun dan ramah, agar wajib pajak nyaman saat didatangi oleh petugas," ujarnya.

Kalau pun petugas tidak diterima oleh wajib pajak, Arifin meminta semua camat, lurah, RT dan RW untuk turut serta membantu menjembatani antara wajib pajak dengan petugas.

"Kepada seluruh tim agar tetap mengedepankan etika dan prinsip kemitraan dalam berinteraksi dengan pihak-pihak yang menjadi target peninjauan lapangan. Sedapat mungkin menghindari konflik dan perdebatan yang tidak perlu," tegasnya.

Sementara itu Yuandi Bayak Miko mengatakan, potensi pajak air tanah di DKI Jakarta sebesar Rp 145 miliar.

Jakarta Selatan, diketahui potensi pajak air tanahanya lebih besar dari wilayah lainnya sehingga efektifitas dan energitas untuk kepamongan harus lebih diutamakan.

“Ke depan nanti kita akan sinergitaskan kepada PDAM, Palyja dan Aertra untuk menjangkau tempat-tempat yang masih menggunakan air tanah,” terangnya.

Sementara itu Kepala Suban Pajak dan Retra Jaksel Yuspin Dramatin mengatakan, apel tersebut diikuti oleh 32 pegawai Suban Pajak dan Retra di 10 kecamatan.

Ada 137 objek pajak air dan tanah yang menjadi sorotan oleh Tim Pengawasan Terpadu.

"Kegiatan ini dibagi dalam tiga tim. Setiap tim terdiri dari 11 petugas," pungkasnya.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved