KPAI Nilai Pengelola Ponpes NI di Sumbar Lalai Setelah Seorang Santri Tewas karena Dianiaya 3 Hari

Akhirnya, RA diketahui dianiaya belasan santri lainnya, selama 3 hari, di dalam asrama pondok pesantren.

KPAI Nilai Pengelola Ponpes NI di Sumbar Lalai  Setelah Seorang Santri Tewas karena Dianiaya 3 Hari
Warta Kota/istimewa
Ilustrasi penganiaayaan. 

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan kurangnya pengawasan pihak pengelola Pondok Pesantren NI di Nagari Balai Gadang, Koto Laweh, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Sebab, salah seorang santrinya berinisial RA meninggal dunia akibat pengeroyokan oleh sejumlah santri lain.

Bahkan, akhirnya, RA diketahui dianiaya belasan santri lainnya, selama 3 hari, di dalam asrama pondok pesantren.

RA baru dilarikan ke rumah sakit, setelah diketahui tak sadarkan diri. Setelah dirawat selama sepekan, nyawa RA tak terselamatkan dan akhirnya meninggal dunia, Senin (18/2/2019).

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti menuturkan dari informasi yang didapatnya diketahui bahwa sejak masuk dan dirawat di rumah sakit, RA dalam kondisi tidak pernah sadar.

Karenanya, kata dia, RA dipastikan mengalami penganiayaan berat yang dilakukan oleh sesama santri lainnya.

Atas peristiwa ini kata Retno, KPAI menyampaikan rasa dukacita yang mendalam kepada keluarga korban.

"Berkaitan dengan kasus kekerasan di satuan pendidikan tersebut, KPAI menyampaikan sejumlah sikap," kata Retno kepada Warta Kota, Rabu (20/2/2019) malam.

Pertama, kata Retno, KPAI mengapresiasi Polres Padang Panjang yang dengan cepat memproses kasus ini, dan akan kembali menggelar rekonstruksi pemukulan para pelaku kepada korban untuk membuktikan dominan pemukulan tersebut yang terjadi selama 3 hari berturut-turut. Dimana akhirnya korban tak sadarkan diri di hari ke 3 penganiayaan.

"Setelah rekonstruksi, pihak kepolisian berencana akan segera melimpahkan berkas kasus tersebut ke Jaksa Penuntut Umum. KPAI akan terus mengawal dan melakukan pengawasan atas kasus ini agar sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Retno.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved