Kadinkes Kota Depok Bertekad Agar Tak Ada Lagi Pasien Sampai Meninggal karena DBD

Dia ingin memastikan agar tidak ada lagi pasien penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya yang berujung kematian.

Kadinkes Kota Depok Bertekad Agar Tak Ada Lagi Pasien Sampai Meninggal karena DBD
Warta Kota/Gopis Simatupang
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita 

Dengan pasien sebanyak itu, Pemerintah Kota Depok menetapkan kasus DBD sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Saat itu, demi menekan jumlah penderita dan mencegah warga terjangkit DBD, Pemerintah Kota Depok menelurkan sejumlah program, salah satunya gerakan SRSJ.

Tiap Jumat, warga rutin membasmi jentik nyamuk secara serentak di rumah masing-masing.

Masifnya gerakan SRSJ menuai hasil dengan menurunnya angka penderita DBD secara drastis pada tahun 2017 yakni menjadi 535 orang saja.

Keberhasilan gerakan itu rupanya membuat para Jumantik terlena. Pemberantasan jentik nyamuk tak lagi sesering sebelumnya karena menganggap warga sudah terlindung dari DBD.

Imbasnya, angka penderita DBD pada tahun 2018 naik menjadi 891 orang, satu di antaranya meninggal dunia.

Meski penderita DBD melonjak, aktivitas Jumantik seakan terus meredup. Akibatnya, memasuki awal tahun pasien DBD telah membeludak.

Di bulan Januari 2019 saja, pasien DBD telah mencapai 504 orang dan dua di antaranya dikabarkan meninggal dunia. Sampai pekan ketiga Februari 2019, ada penambahan sebanyak 100 pasien.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved