DPRD Tak Suka Cara Wali Kota Cilegon Mau Minta Bantuan Pemerintah Pusat tapi Jelekkan Kota Bekasi

ANGGOTA DPRD Kota Bekasi Ariyanto Hendrata menyesalkan ucapan Wali Kota Cilegon Edi Ariadi yang menyebut Kota Bekasi macet.

DPRD Tak Suka Cara Wali Kota Cilegon Mau Minta Bantuan Pemerintah Pusat tapi Jelekkan Kota Bekasi
WARTA KOTA/MUHAMMAD AZZAM
Anggota DPRD Kota Bekasi Ariyanto Hendrata 

ANGGOTA DPRD Kota Bekasi Ariyanto Hendrata menyesalkan ucapan Wali Kota Cilegon Edi Ariadi yang menyebut Kota Bekasi macet.

Ariyanto Hendrata menilai ucapan yang dilontarkan Wali Kota Cilegon itu terlalu tendensius dan mendiskreditkan Kota Bekasi.

"Saya sangat menyayangkan apa yang menjadi statement Wali Kota Cilegon yang baru dilantik itu. Saya sangat menyesal dan mendesak Wali Kota Cilegon itu segera minta maaf kepada pemerintah dan warga Kota Bekasi secara terbuka," katanya kepada Warta Kota, Kamis (21/2/2019).

Disindir Wali Kota Cilegon, Rahmat Effendi: Saya Bangga Kota Bekasi Macet

Permasalah utama, kata Ariyanto Hendrata, bukan soal macetnya. Sebab, ia mengakui terjadi kemacetan di Kota Bekasi. Namun, ucapan Wali Kota Cilegon itu seolah-olah ingin mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat dengan cara menjelekkan Kota Bekasi.

"Artinya yang menjadi permasalahan kan bukannya enggak ada macet. Kota Bekasi ada macet, tetapi kita enggak suka dia pengin dapat anggaran dari pusat tapi dengan cara menjelekkan dan mendiskreditkan Kota Bekasi," paparnya.

"Bahasanya itu, tendensinya lebih negatif dan membuat Kota Bekasi seolah-olah buruk. Tidak sepatutnya seorang wali kota ucapkan seperti itu. Yang jadi pertanyaan juga kenapa Kota Bekasi yang disebutin, kenapa enggak kota-kota lain yang mungkin jauh lebih macet dari Kota Bekasi? Atau tidak perlulah disebut," tuturnya.

Fadli Zon Bertanya, Apakah Jika Panggil Jokowi Cak Jancuk Kena Pasal Ujaran Kebencian?

Ariyanto Hendrata menjelaskan, kemacetan yang terjadi di suatu kota merupakan indikator kemajuan ekonomi suatu wilayah.

"Macet ini kan tandanya wilayah ini lagi terus bertumbuh dan maju. Jadi ya macet ini jadi PR bersama kita, yang terus diupayakan Pemkot Bekasi," jelasnya.

Kemacetan di Kota Bekasi juga disebabkan karena adanya pembangunan empat proyek strategis nasional, seperti proyek pembangunan tol elevated di ruas Jakarta Cikampek, LRT, dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, ditambah Tol Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu) di ruas Jalan Kalimalang.

Luhut Panjaitan: Jokowi Lemah Lembut tapi Tegas, Setegas Jenderal Kopassus

"Catatan Dishub setelah diteliti juga, titik kepadatannya itu hanya ada di sejumlah titik tertentu dan di jam-jam tertentu. Jadi macetnya masih proporsional, masih masuk akal," terangnya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved