VIDEO: Meski Tuna Netra, Pria Ini Mampu Sekolahkan Ratusan Anak Asuh

Awalnya Sarono tak mengetahui darimana mendapatkan uang untuk membiayai anak-anak asuhnya

'Krek, krek, krek', terdengar suara tongkat terseret aspal di Jalan Cipinang Jaya II E. Sesekali Surono (61) juga menusuk-nusuk tekstur jalan agar kakinya tak tersandung polisi tidur.

Kebutaan dialami Sarono sejak tahun 1994. Saat itu, dokter dari berbagai rumah sakit besar di Jakarta mendiagnosa Sarono mengalami kerusakan saraf. Para dokter pun memprediksi dirinya akan kehilangan penglihatan atau pun kelumpuhan.

"Dokter bilang kemungkinannya ada dua, kalau enggak mata saya yang kena, atau kaki yang lumpuh," ucap Sarono di lokasi, Rabu (20/2).

Hingga kemudian, penglihatannya semakin memburam dan secara total mengalami kebutaan pada tahun 2001. Sejak saat itu, ia pun berhenti bekerja sebagai sopir angkot yang jadi mata pencaharian satu-satunya.

Tak mudah bagi Sarono menerima kenyataan bahwa dirinya mengalami kebutaan. Peristiwa itu dijadikan Sarono sebagai titik nol dalam hidupnya. Namun saat itu lah ia merasa mendapatkan hidayah.

Berbagai pekerjaan dicoba oleh pria yang tak memiliki anak kandung ini. Mulai dari berdagang pisang, telor asin hingga memungut rongsokan. Sempat terlintas keinginan untuk mengemis di pinggir jalan sebagai bekal membiayai kehidupan rumah tangga.

"Saya merenung di pinggir jalan kalau dagangan enggak laku, 'apa saya mengemis saja ya?'. Tapi saya enggak mau, karena saya masih punya kaki dan tangan untuk dipakai berusaha," katanya.

Suatu ketika, ia tersandung tumpukan batako dan bata merah di pinggir jalan. Sambil meraba-raba puing itu, Sarono berdoa agar ditunjukan jalan oleh Yang Maha Kuasa.

"Saya bilang, 'Ya Allah, semoga yang kau takdirkan ini jadi jalan bagi saya untuk mencari rezeki'. Lalu saya berpikir ini batako dan batu kalau saya pecah-pecah-pecahin bisa jadi puing dan saya jual. Ternyata benar, ada saja orang yang nanya dan akhirnya beli 2-3 karung," tuturnya.

Sarono tak pernah mematok harga puing-puing tersebut kepada pembelinya. Berapa pun uang yang dikasih, ia langsung mensyukurinya sebagai nikmat dari Allah.

Halaman
12
Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved