Terkena Operasi Tangkap Tangan, Lurah Kalibaru Akan Diberhentikan Tidak Hormat

Terkena OTT oleh Tim Sapu Bersih Pungutan Liar, Abdul Hamid yang menjabat Lurah Kalibaru bakal dipecat.

Terkena Operasi Tangkap Tangan, Lurah Kalibaru Akan Diberhentikan Tidak Hormat
Warta Kota/Gopis Simatupang
Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Supian Suri. 

"Kami sudah minta tolong juga bagian hukum untuk bisa melakukan pendampingan. Seperti apa mekanismenya kita monitor terus," kata Supian.

Ada Beberapa Sentimen, IHSG Besok Diperkirakan Masih Menguat,

Kronologi

Abdul Hamid terciduk dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polresta Depok, Kamis (14/2/2019).

Saat ditangkap, polisi menyita barang bukti uang sebesar Rp 5 juta. Dia pun mendekam di ruang tahanan Polresta Depok.

Satu hari sebelumnya, tim penyidik Polresta Depok telah menetapkan status Abdul Hamid sebagai tersangka.

Selain menetapkan statusnya, polisi juga memeriksa empat orang saksi.

Abdul Hamid menjadi saksi pada pembuatan akta jual beli (AJB) seorang warga, namun meminta bayaran tak sesuai aturan.

"Oknum Lurah AH meminta biaya yang tidak sesuai dengan ketentuan ketika masyarakat mengurus atau meminta tanda tangan lurah sebagai saksi pada AJB," kata Kapolresta Depok Komisaris Besar Didik Sugiarto.

Kurs Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Penjelasan Pelaku Pasar Uang

Didik mengatakan, OTT terhadap Abdul Hamid berawal dari banyaknya laporan masyarakat dan Tim Saber Pungli langsung melakukan tindakan.

Saat OTT, oknum Lurah tersebut sedang memaksa seseorang untuk memberikan uang karena menjadi saksi dalam akta jual beli.

Halaman
1234
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved