Liputan Eksklusif Metromini dan Kopaja

Dulu Beli Kopaja Rp 100 Juta, Sekarang Dikiloin Jadi Besi Paling Dihargai Rp 10 Juta

Efendi, pemilik lima armada Kopaja menyatakan enggan bergabung lantaran harga satu bus yang ditawarkan dinilainya cukup mahal.

Dulu Beli Kopaja Rp 100 Juta, Sekarang Dikiloin Jadi Besi Paling Dihargai Rp 10 Juta
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Dua buah Kopaja ini pun termasuk bagian dari ratusan kendaraan roda empat dan kendaraan bus serta truk yang menjadi bangkai teronggok lama di Terminal Rawa Buaya, Kamis (30/11). 

Metrotrans dapat berhenti (menaikkan dan menurunkan penumpang) di area nonkoridor yang telah terdapat tanda bus stop.

Daya tampungnya sebanyak 42 kursi yang dilengkapi fasilitas penyandang disabilitas

Dilengkapi AC

Bagaimana dengan Minitrans? Tak seperti Metromini, Minitrans dilengkapi AC, menggunakan sistem pembayaran elektronik (tap in), serta tombol setop untuk tanda pengingat ke sopir.

Retno (28), salah seorang penumpang, mengaku sangat menikmati layanan Minitrans.

Meski begitu, ia menilai masih banyak pekerjaan yang harus dibenahi di antaranya terkait estimasi perjalanan.

"Kalo untuk moda transportasinya saya rasa sudah cukup bagus, apalagi nanti ada MRT dan LRT. Hanya saja yang menjadi pekerjaan rumah itu estimasi perjalanannya, karena walau angkutannya nyaman, tapi kondisi jalanan masih macet, membuat sebagian warga mengurungkan niatnya untuk mengunakan transportasi umum," ucapnya.

Retno berharap dengan kemajuan transportasi saat ini, perlu ada pembenahan-pembenahan secara bertahap, dan bagaimana cara pemerintah untuk bisa mengubah masyarakat untuk beralih ke angkutan umum.

"Sebenarnya ini juga perlu kesadaran masyarakat selain campur tanggan pemerintah tapi setidaknya saya cukup mengapresiasi perkembangan transportasi di Jakarta ini," ucapnya. (fha/abs/jos/jhs)

Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved