Breaking News:

Liputan Eksklusif Metromini dan Kopaja

Dulu Beli Kopaja Rp 100 Juta, Sekarang Dikiloin Jadi Besi Paling Dihargai Rp 10 Juta

Efendi, pemilik lima armada Kopaja menyatakan enggan bergabung lantaran harga satu bus yang ditawarkan dinilainya cukup mahal.

Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Dua buah Kopaja ini pun termasuk bagian dari ratusan kendaraan roda empat dan kendaraan bus serta truk yang menjadi bangkai teronggok lama di Terminal Rawa Buaya, Kamis (30/11). 

"Paling nyari pinjaman nanti. Ya mudah-mudah bisa disetujui," kata Rusmanto.

Tak hanya itu, Rusmanto memperkirakan masih harus mengeluarkan kocek sekira Rp 10 juta lagi untuk mengurus dokumen perizinan dan lainnya.

"Makanya nih pusing juga. Kumpulin uang dari mana? Penumpangnya sekarang sudah sepi. Saya pribadi sih mau ikut," tuturnya.

Keuntungan dengan bergabung di bawah naungan PT Transjakarta adalah bus nantinya berstatus hak milik.

Operasional bus tersebut diatur oleh koperasi yang beberapa awaknya juga telah bergabung dengan PT Transjakarta sejak 24 Juni 2015 silam.

Sementara itu, Direktur Utama PT Metromini Nofrialdi mengatakan Minitrans yang ada sekarang ini bukan bagian dari PT Metromini.

Menurut Nofrialdi mereka yang bergabung dengan PT Transjakarta menjadi Minitrans merupakan individu.

"Minitrans anggota Metromini tapi bukan bagian dari PT Metromini, itu orang per orang. Ini kami baru mau mulai sekarang," ucapnya.

Ini Garis Keturunan Silsilah Prabowo Subianto dari Sultan Agung Mataram dan Sultan Hamengkubuwono I

Sepengetahuan Nofrialdi, ada sekitar 30-40 orang pemilik bus Metromini yang bergabung dengan PT Transjakarta dan beralih menjadi Minitrans.

Sejauh ini jumlah bus Metromini yang bergabung ada sekitar 80 unit.

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved