Tiga Hari Sembunyi di Saluran Air, Ular Sanca 3,5 Meter Akhirnya Menyerah dan Ditangkap Warga Cipete

Seekor ular sanca sepanjang 3,5 meter ditemukan di salah satu rumah kontrakan, dan berhasil ditangkap warga.

Tiga Hari Sembunyi di Saluran Air, Ular Sanca 3,5 Meter Akhirnya Menyerah dan Ditangkap Warga Cipete
Rico, warga Jalan Puri Mutiara Ilir RT 04/01 Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Warga menangkap seekor ular sanca liar sepanjang 3,5 meter di permukiman warga di Jalan Puri Mutiara Ilir RT 04/01 Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019) malam. 

KEJADIAN mengejutkan terjadi di permukiman warga di Jalan Puri Mutiara Ilir RT 04/01 Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019) malam.

Seekor ular sanca sepanjang 3,5 meter ditemukan di salah satu rumah kontrakan, dan berhasil ditangkap warga.

Ular sanca kembang sepanjang tiga meter itu, diungkapkan Rico, warga setempat, pertama kali diketahui oleh sang pemilik rumah kontrakan, Asmawih.

Kronologi Granat Meledak di Bogor, Dua Bocah Tewas

Jauh sebelum ular ditemukan, Asmawih katanya mendengar suara mencurigakan di atas loteng rumahnya. Suaranya mirip sesuatu yang terseret.

Tidak mempedulikan asal muasal suara, Asmawih justru dikejutkan dengan ambruknya plafon di kamarnya pada Sabtu (16/2/2019) malam. Seekor ular sanca kembang berukuran besar jatuh dari atas plafon dan mendarat di atas lemari.

Melihat kejadian tersebut, Asmawih kemudian menutup pintu kamar rapat-rapat. Asmawih pun tergesa meminta pertolongan tetangga untuk mengamankan ular.

Warga menangkap seekor ular sanca liar sepanjang 3,5 meter di permukiman warga di Jalan Puri Mutiara Ilir RT 04/01 Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019) malam.
Warga menangkap seekor ular sanca liar sepanjang 3,5 meter di permukiman warga di Jalan Puri Mutiara Ilir RT 04/01 Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019) malam. (Rico, warga Jalan Puri Mutiara Ilir RT 04/01 Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan)

"Sebelumnya ular itu ada di atas loteng, mungkin karena berat, plafon jebol, jatuh ke atas lemari. Lihat begitu, Bapak Asmawih langsung lapor ke temen yang biasa nangkep ular, namanya Wawan dan Zainal, untuk langsung ditangkap," ungkap Rico, dihubungi pada Selasa (19/2/2019).

Upaya penangkapan tidak semulus harapan, karena ular, menurut Rico, sempat melarikan diri walau telah dijaga beberapa warga.

Ular yang panik segera meluncur melarikan diri keluar rumah. Ular yang memiliki nama latin python reticulatus itu kemudian masuk ke dalam saluran air rumah yang memiliki celah sangat sempit.

Dana Penataan Kampung Kumuh di DKI Diserahkan ke Warga, PDIP Tanya Kerja SKPD Apa?

"Penangkapan sempet kerepotan juga, karena sempat kabur ke gorong-gorong, saluran air yang ada di dalam rumah, kemudian Wawan dan Zainal berupaya agar ular tersebut bisa keluar dengan cara memberikan asap ke lubang," jelas Rico.

Upaya memancing ular pun berhasil dilakukan. Ular akhirnya menyerah setelah tiga hari mendekam di dalam saluran air.

Ular tersebut kemudian diamankan dengan cara ditangkap menggunakan tangan, yang selanjutnya dilakban bagian mulutnya.

"Menurut Wawan dan Zainal, memang biasanya kalau ular sembunyi paling lama tiga hari baru bisa ditangkap. Ular itu untuk sementara masih disimpen di rumah, karena mereka memang sudah terbiasa dan enggak takut lagi sama uler," ungkapnya. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved