Superliga Badminton 2019

PB Jaya Raya Optimistis Raih Gelar Juara Tahun Ini

Tim putri Jaya Raya masih mengandalkan sektor ganda putri. Klub yang bermarkas di Bintaro ini memang terkenal akan kekuatan di ganda putri.

PBSI
Pemain Jaya Raya 

TIM putri Jaya Raya optimis meraih gelar juara di Superliga Badminton 2019.

Dalam dua laga penyisihan, tim putri Jaya Raya masih belum terkalahkan. Semuanya diselesaikan putri-putri Jaya Raya dengan kemenangan sempurna 5-0.

Tim asuhan Imelda Wiguna ini memang di atas kertas adalah tim putri terkuat alias unggulan pertama di Djarum Superliga Badminton 2019.

Kapten tim putri Jaya Raya, Pia Zebadiah Bernadet, pernah menyatakan bahwa timnya optimis bisa menjadi juara pada tahun ini. Hal ini tentuya disambut baik oleh Imelda.

"Memang kami sudah dipastikan lolos ke semifinal, tinggal penentuan juara grup saja. Bagi saya sebagai manajer, kalau atletnya sudah semangat dan yakin, harusnya manajer juga lebih yakin lagi. Jangan malah manajer yang yakin tapi atletnya tidak yakin," kata Imelda dalam sesi wawancara di Sasana Budaya Ganesha.

"Menurut saya yang penting itu adalah komitmen dari atlet yang paling penting, karena kalau sudah ada komitmen dan yakin, nanti mereka yang akan atur sendiri bagaimana di lapangan," tambah mantan pemain era 60-an ini dikutip dari laman remsi PBSI.

Bayern Muenchen Tak Takut Hadapi Mohamed Salah

Tim putri Jaya Raya masih mengandalkan sektor ganda putri. Klub yang bermarkas di Bintaro ini memang terkenal akan kekuatan di ganda putri.

Salah satunya adalah pasangan rangking empat dunia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Namun Greysia/Apriyani hanya bakal memperkuat tim Jaya Raya hingga Jumat mendatang karena keduanya mesti mengikuti turnamen German Open 2019.

"Kalau di tunggal putri, kami tidak bisa terlalu jauh, di ganda putri ada beberapa komposisi. Tak ada Greysia/Apriyani nanti tentunya akan mengurangi kekuatan kami, tapi kami tetap optimis, kami masih punya pemain-pemain ganda putri yang lain," jelas Imelda.

"Saya salut sama Djarum dengan komitmen mereka, mereka punya dana dan membuat penyelenggaraan turnamen seperti ini. Sebagai orang Indonesia saya jadi bangga karena turnamennya selalu dipuji-puji sama orang luar negeri. Mungkin untuk selanjutnya waktu penyelenggaraannya bisa dievaluasi lagi, karena kami awalnya mau memanggil pemain asing, tapi mereka berhalangan karena ada turnamen yang harus diikuti," lanjutnya.

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved