Joko Driyono Akui Suruh Tiga Orang Rusak Barang Bukti di Lokasi yang Sudah Disegel Polisi

Akibat perbuatannya, pria yang karib disapa Jokdri tersebut dapat dikenakan sejumlah pasal.

Joko Driyono Akui Suruh Tiga Orang Rusak Barang Bukti di Lokasi yang Sudah Disegel Polisi
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono bergegas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Ditkrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019). Joko Driyono diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan bola Liga 2 dan Liga 3 Indonesia. 

SATGAS Anti Mafia Bola telah menetapkan plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono sebagai tersangka pengerusakan barang bukti pengaturan skor.

Joko pun mengakui bahwa ada tiga orang yang dimintanya untuk merusak barang bukti di bekas kantor PT Liga Indonesia.

Ketiga orang itu adalah Mardani Mogot, Musmuliadi, dan Abdul Gofur.

Padahal, tempat tersebut sudah diberi garis polisi, sehingga tidak boleh ada orang yang masuk.

Akibat perbuatannya, pria yang karib disapa Jokdri tersebut dapat dikenakan sejumlah pasal.

Mulai dari pasal 363 KUHP terkait pencurian dan pemberatan, kemudian pasal 232 KUHP tentang perusakan pemberitahuan dan penyegelan.

Ada juga pasal 233 KUHP tentang perusakan barang bukti dan yang terakhir adalah pasal 235 KUHP terkait perintah palsu untuk melakukan tindak pidana yang disebutkan di pasal 232 KUHP dan 233 KUHP.

"Jadi yang bersangkutan [Jokdri] menjawab ya, alasannya memang untuk menyuruh orang tersebut untuk mengamankan barang tersebut," kata ketua tim media Satgas Anti Mafia Bola Argo Yuwono.

Bayern Muenchen Tak Takut Hadapi Mohamed Salah

Lebih lanjut Argo menyebutkan Jokdri bakal kembali menjalani pemeriksaan pada Kamis (21/2/2019).

Lantaran, masih ada sejumlah pertanyaan yang belum diajukan karena kemarin, mantan CEO PT Liga Indonesia tersebut diperiksa selama 22 jam.

"Intinya [pertanyaan] adalah garis besar yang kemarin saya sampaikan ya, bahwa yang bersangkutan akan ditanyai seputaran menyuruh orang untuk mengamankan laptop dan dokumen lain yang dalam posisi di police line dan dalam penguasaan penyidik," ujarnya dikutip dari goal.com.

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved