Joko Driyono Akui Perintahkan Stafnya Amankan Bukti-bukti Dugaan Pengaturan Skor

Padahal kantor itu sudah dipasang police line atau dalam penguasaan Satgas Antimafia Bola.

Joko Driyono Akui Perintahkan Stafnya Amankan Bukti-bukti Dugaan Pengaturan Skor
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono bergegas saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Ditkrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2019). Joko Driyono diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri dalam kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan bola Liga 2 dan Liga 3 Indonesia. 

Dalam pemeriksaan sebagai tersangka kasus pencurian dan barang bukti skandal pengaturan skor, PLT Ketum PSSI Joko Driyono alias Jokdri mengakui bahwa ia memang menyuruh tiga staf atau anak buahnya untuk mengamankan laptop dan dokumen dari Kantor Komdis PSSI (bekas kantor PT Liga Indonesia) di Jalan Rasuna Timur, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Padahal kantor itu sudah dipasang police line atau dalam penguasaan Satgas Antimafia Bola.

"Saat ditanyakan seputar menyuruh orang lain mengamankan laptop dan dokumen lain di kantor yang di police line, jadi yang bersangkutan menjawab. Alasannya memang ia menyuruh orang tersebut untuk mengamankan barang tersebut," kata Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola yang juga Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (19/2/2019).

Menurut Argo dalam pemeriksaan, setelah pertanyaan yang ke 17, Jokdri minta ditutup dan menunda menjawab pertanyaan selanjutnya.

"Karena yang bersangkutan menginginkan untuk ditutup terlebih dahulu di pertanyaan ke 17, kemudian akan dilanjutkan pemeriksaannya pada Kamis 21 Februari, jam 10 di Polda Metro Jaya," kata Argo.

"Di dalam rencana penyidikan, ada 32 pertanyaan yang diagendakan dan disiapkan penyidik. Namun setelah berjalannya waktu, penyidikan baru sampai pertanyaan ke 17, ditutup, karena permintaan Pak Jokdri," tambah Argo.

Jokdri datang memenuhi panggilan untuk diperiksa Satgas Antimafia Bola ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin (18/2/2019) sekira pukul 09.50.

Ia diperiksa sebagai tersangka kasus pencurian dan perusakan barang bukti skandal pengaturan skor bola Liga Indonesia.

Jokdri bersama kuasa hukum selesai diperiksa dan keluar dari Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Selasa (19/2/2019) pagi pukul 06.53.

"Intinya secara garis besar pertanyaan yang diajukan seperti yang saya sampaikan, bahwa yang bersangkutan ditanya seputaran menyuruh orang untuk mengamankan laptop dan dokumen lain di kantor Komdis PSSI yang dalam posisi di police line dan dalam penguasaan penyidik. Jadi yang bersangkutan menjawabnya dalam 17 pertanyaan," kata Argo.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved