Taruna Akpol Berikrar Tidak Akan Menerapkan Tradisi Kekerasan Fisik dan Psikis Terhadap Yuniornya

Di hadapan Polri, Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto, Senin (18/2/2019) para taruna Akpol, melakukan ikrar integritas.

Taruna Akpol Berikrar Tidak Akan Menerapkan Tradisi Kekerasan Fisik dan Psikis Terhadap Yuniornya
Istimewa
Para taruna Akpol, membacakan ikrar tentang komitmen integritas, dihadapan Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Polri, Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto, Senin (18/2/2019). 

DI HADAPAN Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Polri, Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto, Senin (18/2/2019) para taruna Akpol, membacakan ikrar tentang komitmen integritas.

Apa saja isi ikrar yang dibacakan para taruna? Berikut isinya:

Komitmen Integritas Taruna Akademi Kepolisian

Demi tegaknya integritas dalam kehidupan taruna untuk membentuk calon perwira dan pemimpin Polri masa depan yang bermoral, profesional dan berintegritas tinggi, maka dengan penuh kesadaran dan tekad yang kuat saya berkomitmen:

1. Menjunjung tinggi kode etik taruna dan akan mematuhi serta menjalankan semua ketentuan yang berlaku dalam peraturan kehidupan taruna dengan penuh kesadaran dan kesungguhan.

2. Melaksanakan pendidikan dan latihan serta pengasuhan dengan serius dan mandiri sesuai norma yang berlaku sebagai bekal kelak menjadi perwira.

3. Menanamkan jiwa perwira yang ksatria dalam kehidupan sehari-hari dan menerapkan serta mengembangkan pola hubungan senior-yunior yang saling asih, asah dan asuh untuk bersama-sama mencapai kesuksesan dalam masa pendidikan di akademi kepolisian.

4. Menghilangkan tradisi perilaku yang tidak baik dalam kehidupan taruna dan akan menghentikan selamanya serta membangun tradisi baru yang mendukung proses belajar mengajar, berlatih dan berinteraksi baik di dalam maupun di luar kampus sesuai dengan norma perilaku yang baik.

5. Menjalankan kehidupan taruna yang mandiri dan dewasa, sikap disiplin dan bertanggung jawab, bersih, tertib dan rapi dalam kehidupan sehari-hari sebagai implementasi pembentukan karakter kepemimpinan.

6. Tidak akan menerapkan tradisi kekerasan fisik ataupun psikis dalam kehidupan taruna dan akan bersikap mengayomi, membimbing serta menjadi tauladan bagi taruna yunior.

7. Saya sadar bahwa yang menentukan masa depan saya adalah saya sendiri, sehingga saya harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menjadi perwira Polri dan pemimpin Polri masa depan yang bernyali dan berintegritas.

Saya yakin bahwa komitmen yang saya ikrarkan ini disaksikan oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga saya akan mematuhi dan mengamalkannya dengan baik.

Ikrar itu dibacakan seluruh taruna Akpol, pasca kasus pemberhentian dengan tidak hormat atau biasa dikenal PDTH terhadap 13 Taruna Akpol yang terlibat kasus kekerasan hingga menyebabkan satu orang tarunan meninggal dunia.

Penulis: Achmad Subechi
Editor: Achmad Subechi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved