Breaking News:

Liputan Eksklusif Metromini dan Kopaja

Sopir Kenang Era Kejayaan Metromini dan Kopaja di Jakarta: Dulu Nyari Rp 250.000 Cuma Setengah Hari

Semua penumpang di sepanjang jalan sekarang diambil Transjakarta. Akibatnya penghasilan kami para sopir metromini menurun drastis, penghasilan ngepas.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sejumlah angkutan umum jenis Metromini dan Kopaja menunggu penumpang di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (4/7/2018). 

"Dua anak saya masih ikut sama saya. Anak yang lain saya juga masih suka bantu. Cucu saya ada sembilan. Bayangkan, jadi tulang punggung zaman sekarang itu berat," ucapnya.

Profesi yang berat

Rekan Syafrizal, Herman Nasution (38), menyebut profesi sebagai sopir metromini kian berat untuk dijalani. Pemilik metromini pun memilih untuk mengandangkan armadanya

"Metromini S69 yang beroperasi tinggal 26 saja. Dulu ada 65 yang beroperasi. Sejak tiga tahun lalu menurun drastis. Nggak ada sopir yang bawa karena sepi sewanya," kata Herman.

Belum lagi label di metromini rawan kejahatan diakui Herman kian membuat jumlah penumpang makin merosot.

"Kalau kami insiden nabrak orang, beritanya seminggu nggak kelar. Kami dituduh ugal-ugalan. Dikatakan armada sudah nggak layak dan omongan miring lain. Sedangkan kalau bus Transjakarta nabrak, nggak ada beritanya," tegas Herman.

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan MetroMini bernomor polisi B 7921 EM dan dua sepeda motor, terjadi di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (22/12/2017) pagi.
Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan MetroMini bernomor polisi B 7921 EM dan dua sepeda motor, terjadi di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (22/12/2017) pagi. (Dokumentasi Polres Jakarta Selatan)

Rusmanto, pemilik sekaligus sopir Kopaja T502 menyatakan sewa hanya ramai pada jam berangkat dan pulang kerja. Pantauan Warta Kota, Kopaja T502 cuma diparkir di terminal pada siang hari. Menjelang sore, mereka baru aktif lagi.

"Kami hanya bisa empat kali angkut penumpang, pergi dan pulang saat pagi dan sore. Pendapatan juga turun, jauh sekali perbedaannya. Dulu saya dapat bersih bisa Rp 600.000 sehari, itu sudah sama solar, makan, dan setoran ya. Kalau sekarang bisa dapat Rp 300.000 saja sudah Alhamdulillah," ucapnya.

Pengusaha bus yang memiliki tiga armada Kopaja itu membenarkan kalau sepinya penumpang terjadi sejak menjamurnya ojek online.

"Sepi bukan gara-gara banyak bus Transjakarta meski beberapa trayek ada yang sama dengan kami. Yang paling parah itu adanya angkutan online," kata Rusmanto.

Sejumlah taksi dan ojek online berhenti atau ngetem menunggu penumpang saat bubaran perkantoran di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (3/1/2019).
Sejumlah taksi dan ojek online berhenti atau ngetem menunggu penumpang saat bubaran perkantoran di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (3/1/2019). (Warta Kota/Henry Lopulalan)
Halaman
1234
Editor: Eko Priyono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved