M Farhan Sebut Masalah Ketimpangan Kualitas Pendidikan Harus Diselesaikan

misalnya Kota Bandung mengalami surplus guru honorer sementara di daerah lain seperti Lebak, Pandeglang, daerah terpencil jumlah guru sangat minim

M Farhan Sebut Masalah Ketimpangan Kualitas Pendidikan Harus Diselesaikan
instagram m farhan
Politisi Nasdem, yang juga presenter, M Farhan 

Perbedaan kualitas pendidikan di desa dan di perkotaan yang terpaut jauh, hingga kini masih menjadi persoalan yang harus diselesaikan. Dengan pendidikan berkualitas merata, Indonesia diharapkan bisa menjadi negara maju dan bisa bersaing dengan negara lain.

Politisi Partai NasDem Muhammad Farhan mengatakan ketimpangan kualitas pendidikan di kota dan daerah memang sebuah masalah besar. Karena bagaimana pun, kata dia, tugas utama dari seluruh lapisan untuk memastikan terjadi pemerataan dalam pendidikan.

"Pertama akses terhadap fasilitas pendidikan dan kualitas pendidikan yang sama merata," katanya kepada wartawan, Senin (18/2/2019).

Caleg NasDem Dapil Jawa Barat I meliputi Kota bandung dan Kota Cimahi itu mengakui dari angka statistik jumlah lulusan pendidikan guru banyak mulai dari D1, D2, D3 sampai S1. Tetapi untuk lulusan dokter, terkonsentrasi hanya di Pulau Jawa. Bahkan di Jawa tidak merata, hanya di kota-kota besar.

"Sehingga, misalnya Kota Bandung mengalami surplus guru honorer sementara ada beberapa di daerah lain seperti Lebak, Pandeglang, daerah terpencil jumlah guru sangat minim, kan aneh," katanya.

Kuncinya, kata dia, memang permasalahan pemerataan, baik fasilitas maupun akses pendidikan serta kualitas. Kalau untuk guru, dia menilai sudah bagus.

"Nah, sekarang apa yang bisa kita lakukan kayanya kita mesti mikirin tentang insentif untuk para tenaga pengajar, insentif untuk fasilitas pendidikan dan lain-lain. Karena semua orang kalau ditanya apa sih yang paling penting? Pendidikan. Terus apa lagi yang paling penting? Kesehatan," katanya.

Presenter kondang itu menambahkan, sayangnya hanya sedikiti orang yang mau mengurus dan menjaga fasilitas serta kualitas pendidikan. "Lagi-lagi, yang mendapatkan fasilitas pendidikan dan kesehatan yang paling bagus ya hanya kelompok masyarakat yang berpenghasilan tinggi. Itu masalah," ucapnya.

Dia pun mempunyai program menyosialisasikan wajib belajar 9 tahun dan kombinasi dengan biaya operasional sekolah (BOS). Ditambah dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP) harus menjadi bisa jadi senjata ampuh untuk melakukan pemertaan akses dan fasilitas pendidikan dasar dari kelas 1 sampai lulus SMP.

Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Pendidikan, Nining Indra Saleh, Senin (18/2/2019) menambahkan, pendidikan merupakan modal dan aset yang sangat berharga bangsa Indonesia, dan partainya akan berjuang untuk memperbaiki kualitas pendidikan dengan berbagai regulasi dan program baik melalui parlemen maupun eksekutif.

Halaman
123
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved