Arahan Komjen Arief Sulistyanto Dihadapan Taruna Akpol: Tinggalkan Tradisi Buruk

KEPALA Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Polri, Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto, Senin (18/2/2019) memimpin upacara.

Arahan Komjen Arief Sulistyanto Dihadapan Taruna Akpol: Tinggalkan Tradisi Buruk
Istimewa
Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Polri, Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto, Senin (18/2/2019) memimpin upacara hari Kesadaran Nasional di Akademi Kepolisian Semarang. 

Caranya adalah dengan memupuk prestasi. "Bukan dengan cara ndompleng, jangan karena belas kasihan dan jangan meminta kesana-kemari. Semua harus berdasarkan kinerja dan prestasi. Mulailah dari saat ini dan sekarang ini serta dari diri sendiri selagi dalam masa pendidikan," ujar Arief Sulistyanto.

Selain itu, Komjen Arief Sulistyanto juga berpesan agar para taruna harus bisa mulai menjaga diri dan mempersiapkan diri untuk menghilangkan tradisi perilaku yang tidak baik dan jangan dilakukan lagi selamanya, jangan ada lagi tradisi kekerasan dalam hubungan senior dengan yunior.

"Bangunlah hubungan senior dengan yunior yang harmonis, saling asah, saling asih dan salung asuh. Inilah modal untuk membangun soliditas Polri ke depan."

"Yang saat ini menjadi senior suatu saat akan bisa menjadi anak buah yuniornya demikian sebaliknya. Jaga dan binalah hubungan kekerabatan taruna dengan tradisi yang baik, saling mendukung dan mendorong untuk mencapai sukses dalam pendidikan dan perjalanan karier," jelas Arief Sulistyanto.

Komjen Arief Sulistyanto berkeyakinan, bahwa para taruna sepaham dengan apa yang ia katakan.

"Saya yakin kalian dan saudara semua semua sepaham dengan saya. Tinggalkan tradisi buruk yang selama ini merusak kehidupan taruna. Bangun tradisi baru yang humanis, profesional dan kekinian. Kalian berasal dari berbagai latar belakang keluarga, ada yang anak petani, ada anak sopir, pegawai negeri, pejabat sipil maupun TNI/ Polri bahkan ada anaknya jenderal," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Komjen Arief Sulistyanto juga mengungkapkan bahwa tugas dia dan pimpinan Polri lainnya di Akpol adalah membentuk para taruna dengan karakter perwira ksatria.

"Saya tidak peduli latar belakang orang tua kalian, yang saya pedulikan adalah mendidik dan membentuk kalian menjadi perwira dan pemimpin yang hebat dan mumpuni. Sekali lagi agar dicamkan bahwa kalian harus menjadi sosok yang mandiri dan bertanggung jawab, sosok calon pemimpin yang berani dan berintegritas," papar Arief Sulistyanto.

"Jangan berharap kalian bisa maju kalau dirimu tidak ada kehendak untuk maju. Perubahan harus dimulai dari dalam diri sendiri, dan jangan sampai dirubah oleh orang lain," pesan Arief Sulistyanto.

Acara pemberian spirit kali ini sengaja dilakukan Komjen Arief Sulistyanto, terkait dengan pemberhentian dengan tidak hormat atau biasa dikenal PDTH terhadap 13 taruna Akpol yang terlibat kasus kekerasan hingga menyebabkan satu orang tarunan meninggal dunia.

Hal itu dilakukan Komjen Arief Sulistyanto, menyusul putusan kasasi Mahkamah Agung yang juga menguatkan 13 taruna terbukti bersalah melakukan tindak pidana.

Penulis: Achmad Subechi
Editor: Achmad Subechi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved