Warga Khawatir Penyakit Zoonosis Brucellosis Pada Sapi, Kadis KPKP DKI Klaim Tidak Berbahaya

Ramainya pembahasan temuan penyakit Zoonosis Brucellosis SP di media sosial jadi kekhawatiran sejumlah masyarakat.

Warga Khawatir Penyakit Zoonosis Brucellosis Pada Sapi, Kadis KPKP DKI Klaim Tidak Berbahaya
WARTA KOTA/ZAKI ARI SETIAWAN
Ilustrasi Sapi 

Ramainya pembahasan temuan penyakit Zoonosis Brucellosis SP di media sosial jadi kekhawatiran sejumlah masyarakat.

Kepala Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) DKI Jakarta, Darjamuni menyebut jika penyakit Zoonosis Brucellosis tersebut tidak berbahaya terhadap manusia.

Zoonosis Brucellosis SP yang diketahui merupakan penyakit langka tersebut dijelaskannya menyerang hewan ternak, seperti sapi, kambing, kerbau hingga babi betina.

Sehingga hewan ternak tersebut mengalami masalah reproduksi.

"Zoonosis Brucellosis itu adalah penyakit keguguran, kalau ada di populasi (sapi) yang kami punya, yaitu baru kita bermasalah, karena takut menular kepada (hewan) yang lain," ungkapnya dihubungi pada Minggu (17/2/2019).

Area Proyek Jalan Tol Serpong Pondok-Aren Jadi Trek Balapan Liar, Polisi Angkut 82 Sepeda Motor

Gandeng Kementrian BUMN, Hijab Celebration Day Kini Digelar di Mall Bintaro Xchange

HUT Kota Tangerang, Ada Turnamen Basket All Age Executive, Total Hadiah Rp 45 Juta

Ada Pucak Perayaan Cap Go Meh, Sepanjang Jalan Pancoran di Glodok Bakal Ditutup

Terkait hal tersebut, dirinya mengaku tidak khawatir, sebab temuan penyakit Zoonosis Brucellosis tersebut terjadi di Banten pada Rabu (13/2/2019) lalu.

Lokasi tersebut menurutnya jauh dari lokasi pembudidayaan sapi, khususnya sapi perah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di wilayah Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur.

Apalagi pihaknya menerapkan sistem karantina pada setiap sapi baru yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sapi perah yang baru datang dari sejumlah daerah itu dijelaskannya diperiksa secara klinis oleh dokter hewan secara menyeluruh.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved