Senin, 27 April 2026

Karren Brady: Inggris Jadi Negara Pengekspor Pesepak Bola

Brady terkesan dengan dua berita besar bagi sepak bola Inggris, yakni Aaron Ramsey yang akan dibayar 400.000 poundsterling per pekan di Juventus.

FIFA
Para Pemain Inggris melakukan selebrasi usai memastikan lolos ke semifinal Piala Dunia 2018 usai mengalahkan Swedia 2-0, Sabtu (7/7/2018) 

KARREN Brady bahagia, karena Inggris mulai menjadi negara pengekspor, tepatnya mengekspor pemain sepak bola bermutu ke liga lain di Eropa.

Hal ini menunjukkan bahwa akademi sepak bola di Inggris sudah berada di jalur yang benar.

"Dalam satu pekan, dunia sepak bola mengerut, atau sepak bola menciutkan dunia. Saat ini pemain Inggris bertebaran di penjuru dunia, dari Tiongkok sampai Amerika Serikat. Dan banyak remaja Inggris menuju Jerman," ujar Wakil Presiden West Ham United itu, dalam kolomnya di harian The Sun.

Brady menulis dirinya terkesan dengan dua berita besar bagi sepak bola Inggris, yakni Aaron Ramsey yang akan dibayar 400.000 poundsterling per pekan di Juventus, pada musim depan, dan kecemerlangan Jadon Sancho di Borussia Dortmund.

Di antara dua berita itu, yang paling membahagiakannya adalah soal Sancho dan sejumlah remaja Inggris yang berani merantau ke liga lain di luar Inggris.

"Mereka berani karena keinginan bermain di tim inti, dan mendapat dorongan dari para agen. Para remaja ini mencoba membalik tren yang terjadi selama ini, di mana sepak bola di negara ini menarik banyak pemain asing untuk datang," ujar Brady.

Riko Simanjuntak Siap Layani Bambang Pamungkas

Sancho hanyalah satu dari tiga pemain muda Inggris yang saat ini berkompetisi di Liga Jerman. Reiss Nelson dan Emile Smith Rowe dipinjamkan Arsenal ke Hoffemheim dan RB Leipzig.

Gelandang Chelsea, Callum Hudson-Odoi hampir bergabung dengan mereka, karena diinginkan oleh Bayern Muenchen. Hanya saja Chelsea tak mengizinkannya pergi.

Menurut perempuan berusia 49 tahun, situasi ini adalah buah dari kebijakan yang diterapkan Asosiasi sepak Bola Inggris, yang mengizinkan klub sepak bola mencari bibit pemain sejak usia dini.

"Klub melakukan investasi dengan memberikan pendidikan formal dan pelatihan sepak bola, dan saat ini jumlahnya mencapai puluhan ribu," katanya.

Selain itu, imbuh Brady, klub juga mendatangkan pemain asing usia belasan tahun, yang membuat kompetisi di akademi menjadi ketat.

"Klub saya mengirim pencari bakat ke seluruh dunia. Kami memiliki direktur sepak bola yang mempekerjakan tujuh pencari bakat hanya untuk Eropa," ujarnya.

Tulisan Brady ini seperti memperkuat pernyataan Michael Zorc, Direktur Olahraga Borussia Dortmund, pada awal bulan ini.

Menurut Zorc, minat kepada remaja Inggris ini didorong kesuksesan Timnas Inggris U-17 dan U-20 di kompetisi UEFA dan FIFA .

Berita Ini Juga Dimuat di KORAN SUPER BALL, Minggu (17/2/2019)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved