Tarif LRT Jabodebek Dipatok Rp 12.000, Dinilai Lebih Ekonomis di Angka Rp 10.000

TARIF LRT Jabodebek dipatok sebesar Rp 12.000 untuk sekali perjalanan. Namun, tarif tersebut dinilai masih terlalu tinggi, sehingga perlu diturunkan.

Tarif LRT Jabodebek Dipatok Rp 12.000, Dinilai Lebih Ekonomis di Angka Rp 10.000
Warta Kota/Alex Suban
Pembangunan stasiun di jalur Light Rail Transit (LRT) Jabodebek berlangsung di koridor jalan tol Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi) di Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (24/1/2019). 

Tak hanya masyarakat pengguna kendaraan roda empat, para pengguna kendaraan roda dua pun dapat memanfaatkan moda transportasi tersebut tanpa khawatir harus dibebani tarif yang besar.

TARIF Light Rail Transit (LRT) Jakarta Bogor Depok Bekasi (Jabodebek) dipatok sebesar Rp 12.000 untuk sekali perjalanan. Namun, tarif tersebut dinilai masih terlalu tinggi, sehingga perlu diturunkan.

Ketua Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas mengusulkan, agar tarif LRT Jabodebek tidak lebih dari Rp 10.000 untuk satu kali perjalanan baik dekat maupun jauh.

Memang, ada selisih Rp 2.000 dari tarif yang sebelumnya telah dipatok. Namun, pemerintah dinilai masih cukup mampu untuk menanggung subsidi tersebut.

"Saya condongnya Rp 10.000 flat, tapi subsidi nambah," kata Darmaningtyas dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Ia menjelaskan, dengan tarif yang lebih murah, keuntungan yang akan diperoleh pemerintah akan lebih besar. Sebab, potensi LRT Jabodebek untuk sepi kian menipis karena tarifnya yang lebih ekonomis.

Progres LRT Jabodebek Baru 58,3 Persen, Pengadaan Lahan jadi Kendala

LRT Jabodebek akan Bikin Nyaman Sahabat Disabilitas

Tak hanya masyarakat pengguna kendaraan roda empat, para pengguna kendaraan roda dua pun dapat memanfaatkan moda transportasi tersebut tanpa khawatir harus dibebani tarif yang besar.

Dengan demikian penggunaan kendaraan roda empat dan roda dua dapat kian ditekan. Sehingga kemacetan di jalan pun diperkirakan dapat berkurang cukup signifikan.

"Jadi, jauh lebih baik dibandingkan kendaraan bermotor dibiarkan itu kerugiannya jauh lebih besar," sambung Damrmaningtyas.

Capai Rp 65 Triliun

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved